Warga Geruduk Polisi, Laporkan Umrah Hannien Tour

0
5

Sidang PKPU First Travel SIDANG PKPU FIRST TRAVEL: Seorang korban kasus penipuan travel umroh dan haji PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel menunjukkan proposal perdamaian saat mengikuti sidang Perkara Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Jumat (29/9). Sidang yang berakhir dengan aksi protes tersebut membahas mengenai proposal rencana perdamaian yang diajukan oleh pihak First Travel kepada para korban. (Foto: Ant/Muhammad Adimaja). ARTIKEL TERKAIT Sidang PKPU First Travel Diwarnai Aksi Protes Susul Syahrini, Ria Irawan-Vicky Shu Kena Deh! Tersangka Cukup, Syahrini Hanya Saksi Syahrini Jadi Umpan First Travel Tarik Jamaah Syahrini Tak Pernah Diendorse First Travel Solo, (Tagar 29/9/2017) – Kantor Polres Kota Surakarta, Jumat (29/9), digeruduk puluhan warga Kota Solo. Mereka melaporkan telah menjadi korban kasus dugaan penipuan oleh biro travel “Umrah Hannien Tour”.

Warga yang menjadi korban penipuan oleh biro travel umrah yang berkantor di Solo Paragon Mall lantai tiga di Jalan Yosodipuro No 133, Mangkubumen, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah (Jateng) itu, melaporkan ke polisi karena selama ini hanya dijanjikan diberangkatkan ke Tanah Suci.

Taufiq Hidayat, warga Kerten Solo selaku koordinator korban dugaan penipuan mengatakan, dirinya bersama anggota keluarganya ada tiga orang sudah menyetorkan uang total sebanyak Rp 58,5 juta atau per orang ongkosnya senilai Rp 19,5 juta.

Namun, dirinya bersama keluarga yang sudah membayar secara tunai itu, hingga September ini belum ada kejelasan akan diberangkatkan ke Tanah Suci.

“Hannien Tour pernah menjanjikan akan memberangkatkan pada April 2017, tetapi hingga sekarang tidak ada informasi yang jelas,” kata Taufik.

Menurut dia, dirinya bersama warga lainnya sempat melakukan kegiatan pelatihan manasik di Asrama Haji Donohudan di Boyolali. Hal ini, ternyata hanya mengelabui para korban yang curiga tidak segera diberangkatkan sejak Februari 2017.

Bahkan, kantornya saja yang di Solo Paragon Mall kini sudah tutup.
“Kami bersama 20 orang korban lainnya warga Solo yang sudah melunasi membayar antara Rp 19,5 juta hingga Rp 25 juta yang sudah kesal langsung melaporkan kejadian itu kepada polisi,” kata Taufik.

Menurut dia, warga Solo yang mendaftar hendak pergi umrah ke Tanah Suci melalui biro travel tersebut diperkirakan sekitar 180-an orang, sedangkan Solo dan sekitarnya bisa lebih dari 500 orang.

Pihak travel tidak memberangkatkan para calon jamaah ke Tanah Suci tahun ini dengan alasan mengalami risiko ekonomi.

Kasat Rekrim Polres Kota Surakarta Kompol Agus Puryadi saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. Namun pihaknya sedang meminta keterangan saksi untuk mendalami kasus tersebut. (yps/ant) [ YLD ]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here