UU Perbolehkan Menikah di Usia 16 Tahun

0
29

UU Perbolehkan Menikah di Usia 16 TahunUU Perbolehkan Menikah di Usia 16 Tahun

Memalukan.info – Permasalahan nikah usia anak tidak terlepas dari ketentuan di negara kita yang memperbolehkan hal semacam itu. Undang-Undang No 1 Tahun 1974 berkenaan Perkawinan mengatur kalau perempuan bisa menikah pada umur 16 tahun.

Itu yaitu hal kontradiktif dalam konteks perlindungan anak. Sebab, menurut UU No 23 Tahun 2009 tentang Perlindungan Anak, batasan umur anak yaitu 18 tahun. Artinya, UU No 1 Tahun 1974 memperbolehkan ada pernikahan anak.

Menanggapi hal tersebut, pemerintah tengah mempersiapkan langkah supaya selekasnya ada revisi atas undang-undang itu. Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Lenny Rosalin menyebutkan, materi revisi udah disusun dan diajukan ke sekretariat presiden untuk dikaji.

”Seyogianya jangan sampai anak menikah dibawah 18 tahun. Ideal 21 tahun. Bila itu tdk dapat, paling tidak diatas 18 tahun lah. Tidak dalam kelompok anak, ” tuturnya.

Lenny mengutarakan, sebagian besar pernikahan anak berlangsung mulai umur 10 sampai 17 tahun. ”Sepertiga di rentang usia 10–15 tahun, sepertiga lagi di usia 16 tahun, dan sisanya di usia 17 tahun, ” katanya.

Ada berapa faktor yang melatarbelakangi pernikahan di umur anak. Umpamanya, permasalahan ekonomi, tekanan lingkungan, serta yang lain. ”Niatnya agar kurangi jatah ekonomi keluarga kan salah satunya. Lantas, ekonomi anak dapat tambah baik, ” katanya.

Ironisnya, bukanlah harapan itu yang terwujud. Anak yang menikah awal mesti drop out dari sekolah. Tak tidak sering, mereka mesti putus sekolah mulai sejak duduk di bangku menengah pertama. ”Lalu, dengan ijazah SMP, bisa kerja apa? Pasti dengan penghasilan rendah juga. Bukan memperbaiki ekonomi, jadi terjerat lagi dalam lingkaran yang sama, ” tuturnya.

Pernikahan anak juga berdampak negatif untuk istri, anak, serta keluarga yang di bangun. Lenny mengemukakan, pernikahan dini sering berimbas pada situasi anak yang dilahirkan dari pernikahan itu. Sebab, organ reproduksi sang ibu masih belum siap. ”Akhirnya ada yang cacat, kurang gizi, serta yang lain. Lantaran masih anak, menikah, dan punyai anak. Anak punyai anak. Bagaimana mutu anak yang dibuat dari ibu yang masih anak? ” jelasnya.

Terkecuali organ reproduksi, dari segi mental, ibu yang masih tetap dalam umur anak dirasakan belum siap. Dengan demikian, rencana dalam mengasuh anak juga tidak siap. Mengakibatkan, sering, anak mendapatkan pengasuhan salah.

”Belum lagi dengan situasi anak yang kurang baik, lantas nampak keributan rumah tangga. Memunculkan KDRT sampai perceraian. Ini jadinya anak punyai anak masihlah anak, udah janda juga masih anak, ” tuturnya. (ndi/jpg)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here