Loading...
Hiburan

Tips Menghadapi Ibu Mertua yang Menyebalkan

Pernikahan bukan hanya tentang menyatukan dua insan menjadi satu dalam sebuah ikatan pernikahan. Namun juga mengenai persatuan antara dua keluarga dari pihak mempelai pria dan pihak mempelai wanita. Untuk itulah hubungan pernikahan dianjurkan untuk bisa saling menyatukan antara keluarga baik keluarga pria maupun wanita agar tercipta hubungan seperti anak kepada orangtuanya sendiri meskipun bersama dengan mertua. Berbicara mengenai mertua, tidak semua orang yang telah menikah dikaruniai dengan mertua yang baik hati, bijaksana dan mau menerima menantunya dengan apa adanya. Ada sebagian besar orang yang telah menikah lantas mengeluhkan jika mereka memiliki mertua yang cerewet dan menyebalkan. Entah apa yang salah dengan diri mereka, sekalipun mereka telah berbuat baik dan berusaha menjadi yang terbaik, hal ini seringkali terasa belum cukup dimata mertua mereka.
Sebenarnya ada berbagai faktor yang bisa mempengaruhi sifat seorang mertua demikian, salah satunya mungkin karena harapan mertua pada kemampuan menantunya jauh lebih besar dibandingkan dengan kenyataan yang mereka terima. Sehingga ketika mereka menginginkan dan mengharapkan menantunya bisa seperti apa yang mereka inginkan, namun pada kenyataannya si menantu belum bisa menjadi apa yang diinginkan oleh mertua. Yang pada akhirnya hal ini menuai kekecewaan dan membuat mertua menumpahkan kekecewaanya lewat sebuah sikap yang cenderung lebih banyak berbicara kepada menantunya. Nah, jika hal ini terjadi, maka dalam kasus ini menantu sebisa mungkin dituntut untuk bisa mengambil hati mertua dengan berusa sabar dan menjadi apa yang diinginkan mertua. Walaupun terkadang berat, namun tidak ada salahnya dilakukan sebagai sebuah pengorbanan untuk hubungan pernikahan yang lebih sempurna.
Permasalahan menantu dengan mertua di awal-awal pernikahan memang terbilang sebagai kasus yang lumrah dan banyak dikeluhkan oleh para istri, terutama ibu muda yang baru saja melangsungkan pernikahan. Julukan mertua cerewet, menyebalkan, suka mengatur dan lain sebagainya adalah hal yang paling banyak dikeluhkan para menantu untuk mertuanya. Masalah ini umumnya akan lebih cenderung terjadi, terutama jika ibu muda tinggal satu atap bersama dengan mertua perempuannya. Pertemuan yang terjadi setiap saat mau tidak mau akan mungkin menimbulkan konflik yang berkepanjangan antara kedua perempuan ini.
Untuk itulah, rasanya tidak bijak jika hanya membiarkan masalah ini terus-terusan terjadi tanpa ada pemecahan masalah yang dilakukan oleh masing-masing pihak. Dalam hal ini, tentunya kita sebagai orang yang lebih muda yang harus lebih bisa meredam amarah dan menemukan solusi untuk bisa menyelesaikannya. Namanya juga orangtua, mereka selalu ingin dihargai dan dianggap benar, untuk itulah kita perlu menyikapinya dengan bijaksana sehingga konflik bis diminimalisir. Nah, berikut ini ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh anda terutama para istri dalam menghadapi ibu mertua yang menyebalkan.
Tips Menghadapi Ibu Mertua yang Menyebalkan
1. Memisahkan Diri
Dalam beberapa hal yang terjadi di rumah bersama dengan mertua, seperti misalkan konflik yang tersulut karena beberapa hal mungkin tidak harus melulu anda hadapi dengan amarah dan emosi serta selalu melayani amarah ibu mertua yang begitu meledak-ledak. Ketika mertua sedang tersulut emosi, anda mungkin merasa perlu untuk menyingkir dari situasi yang panas dan memberikan waktu dan ruang untuk anda memikirkan hal-hal yang baru saja terjadi. Untuk itu, ketika masalah dan amarah tersulut maka redamlah dan menyendiri, pikirkan hal-hal selanjutnya yang harus anda lakukan serta pikirkan pula rencana berdamai bersama dengan mertua. Bersikaplah yang santun dihadapan mertua dan pastikan mertua anda mengerti jika anda memerlukan “time out”. Sikap santun dan mengalah akan mampu meredakan gejolak amarah yang terjadi antara keduanya. Selain itu, tidak ada salahnya mengalah untuk menang.
2. Menikmati Waktu Senggang
Untuk menghilangkan sedikit ketegangan setelah konflik yang terjadi bersama dengan mertua, tidak ada salahnya jika anda menyusun rencana untuk menenangkan diri bersama dengan suami atau anak-anak tanpa sepengetahuan mertua anda. Meskipun ia adalah mertua anda, namun tidak ada salahnya berbagi dan mencurahkan isi hati pada suami mengenai apa yang terjadi. Dengan menceritakan semua keluh kesah pada suami diharapkan mereka bisa membantu memberikan solusi untuk bisa membina hubungan lebih baik bersama dengan sang ibu mertua.
3. Jangan Diambil Hati
Perilaku mertua yang cenderung lebihcerewet dan suka mengatur serta menjadi sedikt menyebalkan, bisa jadi dipicu karena harapan mertua pada diri menantunya terlalu besar dengan kemampuan sang menantu. Dalam hal ini umumnya harapan yang paling besar pada diri seorang mertua terhadap menantuanya dinilai dari sikap dan kemahiran menantu di dapur. Namun ketika harapan tersebut berbanding tidak seimbang dengan kenyataan, maka kekecewaanlah yang didapatkan. Untuk itulah, tidak heran jika anda kurang pandai memasak atau membuat kue di dapur, mertua anda akan cenderung lebih cerewet dan lebih suka mengatur.
Hal ini bisa jadi dilakukan mertua untuk merubah karakter anda dan mengajari anda bagaimana caranya memasak. Jika alasan mertua memperlakukan anda kurang baik karena alasan diatas, maka perkataan dan perilaku mertua pada anda mungkin harus bisa anda maklumi. Tiru dan ambil semua hal yang baik dari mertua dan buang jauh-jauh semua hal yang tidak anda butuhkan, seperti misalkan perkataan mertua yang cerewet atau lain sebagainya. Yang terpenting adalah jangan mudah diambil hati, karena jika demikian maka hari-hari anda bersama dengan mertua akan terasa begitu sulit.
4. Bangun Pikiran Anda
Jangan pernah menghabiskan tenaga dan emosi anda hanya untuk melayani amarah dan konflik bersama mertua. Sebaliknya, daripada terus-terus melayani amarah mertua dengan sama-sama bersih tegang, maka bebaskan pikiran anda untuk menyadari bagaimana sulitnya memahami emosi mertua anda, hal ini tidak akan mempengaruhi kemampuan dan rumah tangga menjadi ibu dan istri yang hebat untuk anak-anak dan suami anda.
5. Mengiyakan Apa yang Mertua Katakan
Jika anda mendapati situasi menjadi lebih sensitif, maka jangan pernah menyulut emosi atau pembicaraan yang tidak penting kepada mertua. Hal ini hanya akan membuat anda menjadi sumber masalah yang membuat amarah mertua menjadi lebih hebat dan lebih meledak. Sebaliknya, hindarilah dan menjauh dari situasi yang sudah memanas ini. Ketika anda berurusan dengan orangtua, maka bertindaklah seperti tidak mengetahui apa-apa. Daripada sok tahu yang akan membuat anda malah menjadi bahan untuk disalahkan dan diintrogasi, bertindak netral dan biasa saja akan membuat posisi anda berada dalam posisi yang aman.
Selain itu, ketika mertua anda sedang mengomel atau menasehati anda, cukup mengiyakan semua perkataan yang mereka lontarkan. Jangan sesekali mencela atau menjawab semua perkataan yang diberikan mertua. Semua hal yang mereka katakan semata-mata hanya ingin membangun diri anda menjadi apa yang mereka inginkan. Jawaban “Iya” akan membuat omelan mertua berakhir dengan sendirinya. Jika dalam hal ini anda terkesan bersalah atau anda memang merasa bersalah, maka tidak ada salahnya meminta maaf kepada mertua dengan perkataan yang lembut dan tunjukan rasa bersalah anda.
Semua permasalahan yang terjadi tentu akan ada penyelesaian, termasuk saat anda berpikir jika masalah anda bersama dengan mertua tak kunjung mereda. Dengan upaya memperbaiki diri menjadi menantu yang lebih baik dan bersabar. Maka akan membuat usaha anda akan berbuah manis nantinya.
Sumber : bisikan.com

About the author

Nina Marliana

Leave a Comment