Tiongkok Tolak PBB Terlibat di Rohingya, Suu Kyi Batal Pidato

0
20

Penguasa de-facto Myanmar, Aung San Suu Kyi dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping. Penguasa de-facto Myanmar, Aung San Suu Kyi dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping. (Foto:Ist) ARTIKEL TERKAIT Konflik Kemanusiaan Rohingya, Rieke: Indonesia Jangan Bertengkar Anak-anak Milenia Galang Dana Kemanusiaan Untuk Rohingya Menlu: Bantuan Rohingya yang Dilepas Jokowi Baru Tahap Pertama Peduli Rohingya, F-PKS Dukung Solusi Konkrit Pemerintah Melawan Kebisuan Untuk Rohingya Yangon, (Tagar 13/9/2017) – Salah satu diplomat PBB mengatakan, Tiongkok menolak keterlibatan PBB dalam menangani krisis Rohingya, di Rakhine, Myanmar Utara. Sementara itu, penguasa de-facto Myanmar, Aung San Suu Kyi menyatakan membatalkan kehadirannya untuk  berpidato dalam rapat ke 72 Majelis Umum PBB, 20 September mendatang.

Direktur Jenderal Kantor Presiden Myanmar, U Zaw Htay menjelaskan Suu Kyi membatalkan kedatangannya di PBB karena ingin fokus menyelesaikan masalah di dalam negeri, seperti dilansir Nikkei Asian Review, Rabu (13/9). Wakil Presiden Myanmar, U Henry Van Thio akan menggantikan Su Kyi untuk memimpin delegasi Myanmar dalam rapat Majelis Umum PBB.

Dari Tiongkok diberitakan, Pemerintah Beijing menyatakan dukungannya kepada pemerintah Myanmar untuk menyelesaikan gangguan ekstrimis di negara bagian Rakhine. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Geng Shuang, Selasa (12/9) mengatakan, dunia internasional harus mendukung Myanmar dalam menjaga stabilitas nasionalnya dari gangguan  ekstrimis di Rakhine.

“Masyarakat internasional harus mendukung Myanmar menjaga stabilitas nasionalnya,” kata Shuang, seperti dilansir Times of India.

Sebelumnya, salah satu pejabat tinggi hak asasi manusia PBB, Zeid Ra’ad al-Hussein menyebutkan, militer Myanmar telah melakukan operasi militer terhadap etnis Rohingya dan mencapnya sebagai pembersihan etnis.

Namun, Pemerintah Myanmar membantah keras tuduhan PBB dan mengatakan bahwa tidak ada penindasan, yang ada adalah militer Myanmar memerangi milisi Rohingya. (wwn/NikkeiAsianReview/TimesofIndia) [ WWN ]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here