Terkait Setya Novanto, KPK Sita Barang Bukti di Rumah Saksi

0
22

Setya Novanto

Ketua DPR Setya Novanto memberikan keterangan kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (18/7). Setya Novanto menyatakan menghargai keputusan KPK yang menetapkan dirinya sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek pengadaan KTP elektronik atau E-KTP dan ia akan patuh dan taat terhadap undang-undang yang ada. (Foto: Ant/M Agung Rajasa) ARTIKEL TERKAIT Hari Ini KPK Periksa Agun Gunandjar Untuk Setya Novanto Dilaporkan ke Bareskrim, KPK Jamin Keselamatan Elza Syarief Dirdik dan Penyidik Diperiksa, Agus: Aris Pernah Tak Setuju Naikkan Status Novanto Elza Syarief: Saya Harus Waspada, Kasus E-KTP Banyak Intrik-intriknya Dilaporkan Akbar Faizal ke Bareskrim, Elza Syarief: Dia Terlalu Panik Jakarta, (Tagar 31/8/2017) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) geledah dua lokasi terkait Setya Novanto dalam penyidikan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan E-KTP.

“Ada dua lokasi yang digeledah terkait kasus E-KTP dengan tersangka Setya Novanto (SN) pada Senin (28/8) dan Rabu (30/8) lalu,” kata Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Kamis (31/8).

Disebutkan, dua lokasi yang digeledah itu antara lain rumah saksi mantan Direktur Produksi Perum PNRI Yuniarto di kawasan Pulo Gadung Jakarta Timur dan rumah saksi Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo di kawasan Grogol Jakarta Barat.

“Dari penggeledahan, penyidik menyita sejumlah barang bukti. Ada dokumen-dokumen terkait E-KTP dan barang-barang elektronik. KPK akan mempelajari barang-barang bukti tersebut,” kata Febri.

Sebelumnya, dalam dakwaan dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong terkait perkara E-KTP disebutkan Perum PNRI dan PT Quadra Solution menerima masing-masing sejumlah Rp 107,71 miliar dan Rp 79 miliar terkait proyek senilai Rp 5,95 triliun itu.

PT Quadra Solution sendiri merupakan anggota konsorsium PNRI dalam proyek pengadaan E-KTP.

KPK telah menetapkan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan E-KTP tahun 2011-2012 pada Kemendagri. (yps/ant) [ YLD ]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here