Terganjal Siantar-Parapat, Kemenhub Masih Kaji KA Medan-Parapat

0
7

Kereta Trans Sumatera KERETA TRANS SUMATERA: Pembangunan rel layang kereta api di beberapa titik Sumatera Utara dan kereta Trans Sumatera dalam tahap pelaksanaan. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pada Rabu (5/42017) di Medan mengatakan, untuk rel layang kereta api (Medan-Bandara Kualanamu, Medan-Binjai, dan Medan-Belawan) pembebasan lahannya sudah selesai. “Jadi tinggal pembangunannya dan diperkirakan bisa tepat waktu,” kata Menhub. (Foto: Ist) ARTIKEL TERKAIT Pertemuan ASEM, Menhub Tawarkan Ini Jaring Investor Menhub: Kereta Api Trans Sumatera Selesai 2019 Medan, (Tagar 27/9/2017) – Pembangunan jalur kereta api Medan-Danau Toba, Prapat Simalungun, Sumatera Utara masih terus dilakukan pengkajian oleh Kementerian Perhubungan. Masalahnya terganjal di jalur Siantar-Parapat.

“Ada permintaan dan harapan agar jalur kereta api dari Medan bisa sampai ke Parapat untuk mendukung objek wisata Danau Toba, tetapi karena ‘medan’ atau lokasinya yang sulit, jadi Kemenhub menilai masih perlu pengkajian lebih mendalam,” ucap Direktur Keselamatan Perkeretaapian Kemenhub, Edy Nursalam di Medan, Rabu (27/9).

Dia mengatakan hal itu usai kegiatan Kick and Off Meeting dan Bimbingan Teknis Dalam Rangka Pelaksanaan Pembangunan Prasarana Perkeretaapian di Lingkungan Balai Teknik Perkeretapaian Wilayah Sumatera bagian utara atau Sumbagut yang bertujuan untuk mensukseskan proyek program strategis nasional itu.

Saat ini, ujar Edi, sarana transportasi kereta api yang paling dekat dengan Danau Toba adalah Stasiun Kereta Api Siantar.

“Untuk menghubungan dari Siantar-Parapat yang sekitar 50 kilomter itu yang masih dikaji mendalam karena lokasinya yang sulit di tengah anggaran yang masih terbatas,” jelasnya.

Disebutkan, anggaran terbatas karena Pemerintah Pusat juga sudah mengkucurkan anggaran yang cukup besar untuk di kawasan Sumatera seperti Kereta Api Trans Sumatera.

“Ada Rp 5 trilun anggaran yang disiapkan untuk menyelesaikan proyek kereta api Trans Sumatera yang ditargetkan bisa rampung 2019,” kata Edi.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumatera Utara (Sumut) Solahuddin Nasution mengakui, salah satu penyebab keengganan wisatawan ke Danau Toba adalah jarak dan waktu tempuh yang lama dari Medan atau berkisar 4-5 jam.

“Makanya memang perlu solusi seperti adanya transportasi kereta api dan penerbangan udara,” ujarnya.

Minimal, kata dia, jalan yang ditempuh untuk menuju Parapat adalah jalan yang mulus. (yps/ant) [ YLD ]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here