Suu Kyi: Buktikan Penindasan Rohingya! Trump ‘Cuek’ Terkait Pengungsi Myanmar

0
14

“Ini bukan niat pemerintah Myanmar lepas dari tanggung jawab. Kami mengecam seluruh pelanggaran HAM dan kekerasan yang melanggar hukum,” tegas Suu Kyi dalam pidato pertamanya kepada publik Myanmar yang disiarkan langsung televisi lokal. (Foto:Ist) ARTIKEL TERKAIT Sindir Prabowo, Ketua MPR: Semestinya Dukung Pemerintah Bantu Rohingya Gara-gara Pengungsi Rohingya, Militer Banglades dan Myanmar Bisa Perang Ini Sejarah Rohingya Agar Terhindar dari Hoax Delapan Jam Bagi Rohingya… Tepis Pencitraan, Wapres Sebut Bantuan Rohingya Murni Kemanusiaan Yangon, (Tagar 20/9/2017) – Penguasa defacto Myanmar, Aung San Suu Kyi menyatakan dirinya tidak takut dikecam dunia internasional, terkait krisis Rohingya. Suu Kyi justru menuntut bukti dari tuduhan dunia internasional yang menuding dirinya tidak bertindak apa-apa dalam menyelesaikan tindak kekerasan terhadap etnis Rohingnya. Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, ‘cuek’ ketika ditanya soal pengungsi Rohingya oleh Perdana Menteri, Banglades, Sheikh Hasina

“Pemerintah Myanmar tidak lepas dari tanggung jawab. Kami mengecam seluruh pelanggaran HAM dan kekerasan yang terjadi di sini,” tegas Suu Kyi dalam pidato pertamanya kepada publik Myanmar yang disiarkan langsung televisi lokal.

Suu Kyi menambahkan, dia berkomitmen pada pemulihan perdamaian, stabilitas dan penegakan hukum di seluruh wilayah negaranya, seperti dilansir CNN dan Reuters, Selasa (19/9).

Menyangkut berbagai tuduhan praktik kekerasan oleh militer Myanmar terhadap warga Rohingya, seperti pembunuhan, penganiayaan dan pemerkosaan, Suu Kyi minta agar tuduhan-tuduhan itu dibuktikan terlebih dahulu. “Kita harus memastikan bahwa tuduhan-tuduhan ini didasarkan pada bukti yang solid sebelum mengambil tindakan,” ucap Suu Kyi keras.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Bangladesh, Sheikh Hasina mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, sangat ‘cuek’ ketika dirinya menanyakan soal pengungsi Rohingya yang membanjiri negaranya. Trump tak berkomentar apapun mengenai pengungsi Rohingya.

“Trump cuma bertanya bagaimana Bangladesh? Saya katakan ‘sangat baik, namun satu-satunya masalah yang kami punya adalah pengungsi dari Myanmar,” kata Hasina seperti dikutip Reuters, Selasa (19/9).

Menurut Hasina, AS menyatakan bahwa mereka tak akan mengizinkan setiap pengungsi masuk negaranya. Sementara itu, seorang pejabat senior Gedung Putih mengaku tidak tahu mengenai percakapan Hasina-Trump. Namun menurutnya, Trump pasti akan tertarik membahas masalah pengungsi Rohingya, jika isu itu disinggung. (wwn/Reuters) [ WWN ]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here