Surat kepada teman yang Telah Menapak Setengah Abad

0
24

surat-jatuh-dari-apartemen_20150807_144542

Di hutan lindung ada pohon yang berumur ribuan tahun, tetapi di dunia ini mustahil menemukan orang yang berusia ratusan tahun. Batas maksimal yang dapat kita capai hanya seratus tahun lebih lebih sedikit. Usia itu pun hanya terjadi pada satu di antara seratus ribu orang.
Kutulis pesan ini untuk para sahabatku yang baru saja atau hendak lepas landas di usia kalian yang persis setengah abad.

Kalau kita dapat hidup hingga usia 80, itu artinya hanya tinggal 30 tahun lagi. Bila lebih pendek katakan lah 70 tahun, itu berarti hanya tinggal 20 tahun lagi.

Dua puluh atau tiga puluh tahun bisa saja kalian katakan panjang, toh itu kurun waktu yang lama. Tapi ingat sobatku, menapaki hari-hari yang katanya masih panjang ini sewaktu-waktu kalian dapat jatuh sakit, maka baiklah kalian menyisakan uang yang cukup untuk ongkos berobat dan membayar layanan rumah sakit.

Janganlah berpikiran uang itu lebih baik dipakai untuk mem-biayai segala kesenangan kita, karena hari yang tersisa sesungguhnya tidak banyak lagi.

Apalagi sewaktu kita meninggalkan dunia ini, barang apa pun juga tidak ada yang dapat dibawa, maka kita tidak usah terlalu berhemat.

Uang yang memang harus dikeluarkan ikhlaskan untuk keluar, apa yang dapat dinikmati hari ini tetap kita syukuri.
Jika memiliki niat utk berdana lakukanlah segera, jangan tunda lagi.

Wahai sobatku,

Tidak usah terlalu banyak merisaukan urusan yang akan terjadi setelah kematian menjemput kita.

Karena saat kita telah menjadi abu, kita sudah tidak dapat lagi merasakan segala pujian serta kritikan dan caci-maki orang lain.

Mungkin sesaat setelah kita menutup mata sanak saudara kita menangis meraung-raung di sekeliling peti mati kita. Bisa juga mereka menjadi histeris saat peti mati kita hendak ditutupi bongkahan tanah atau saat peti mati kita mulai dilahap ganasnya api krematorium.

Lalu kenangan mereka terhadap diri kita memudar setelah tujuh hari, empat puluh hari, dan semakin pudar setelah kita pergi bertahun-tahun kemudian.

Untuk sahabatku yang telah memiliki anak.

Setelah mereka mempunyai anak, biarkanlah mereka mengurus rumah tangganya sendiri.  Mereka mesti meng-gunakan uang mereka sendiri untuk mem-pekerjakan pramurawat, yang akan mengurus dan menjaga anak-anak nya.

Jangan biarkan anak-anak merampas hidup kita lagi. Biarkanlah kita menikmati hak kesehatan, hak istirahat, hak kesenangan, dan hak liburan orangtuanya.

Tidak usah terlalu banyak memikirkan urusan anak-anak, Anak cucu kita mem-punyai rezeki sendiri.

Satu hal yang tak perlu dilakukan, yaitu mewariskan seluruh harta kita pada anak cucu, yang akan membiasakan mereka menjadi tidak mandiri, malas, bahkan menjadi benalu.

Selanjutnya jangan terlalu banyak berharap pada anak-anak kita.
Anak yang berbakti, memiliki niat untuk berbakti. Namun pekerjaannya terlalu banyak, maka tidak akan dapat membantu kita juga.

Apalagi anak yang tidak berbakti, sewaktu kita masih hidup saja sudah mengharapkan agar kita cepat mati, supaya mereka dapat cepat-cepat mewarisi harta kita.

Sobatku yang baik,

Anak-anak beranggapan bahwa jika harta kita diwaris-kan kepada mereka itu adalah hal wajar.

Tapi sebaliknya, uang mereka bukanlah uang kita. Jika kita ingin minta uang kepada mereka tentu tidak mudah bukan?

Kita yang berusia di atas paruh abad jangan lagi mem-pertukarkan kesehatan kita dengan benda lain, karena di usia ini belum  tentu kita dapat membeli kesehatan dengan harta kita.

Untuk sobatku yang masih getol dan ber-semangat dalam mencari uang,  mohon kalian sadar dan bijak.

Mau mencari uang sampai kapan dan sampai berapa banyak.

Apakah kalian masih perlu mengumpulkkan seratus juta, lima ratus juta, satu milyar, sepuluh milyar, satu triliun, atau lebih dari itu dan baru dianggap cukup?

Coba renungkan sobatku yang baik.
Memiliki sawah ratusan hektar dengan beras yang meng-gunung di gudang yang besar dan luas, itu pun sama saja dengan hanya memiliki sekarung kecil beras di dapur.

Kalian sehari hanya dapat makan nasi tiga piring saja. Bahkan jika kalian memiliki ratusan buah rumah itu pun sesuatu yang mubazir. Untuk tidur nyenyak di malam hari kalian hanya memerlukan tempat  tidur dua kali satu meter saja. Maka sesungguhnya cukup makan, cukup uang itu sudah memadai.

Jadi apa yang semestinya kalian lakukan sobatku?

Kita harus menjalani hidup ini dengan gembira, meskipun setiap keluarga mempunyai problem rumah tangga masing-masing.

Kita jangan lagi berebut nama dan kedudukan dengan orang lain.

Kita juga tidak perlu memikirkan bagaimana masa depan anak cucu kita dan hal lain-lain di masa datang yang belum tentu kita bisa menemuinya.

Kita belajar dari orang lain yang lebih bijak, serta mengambil hikmah siapa yang hidupnya lebih gembira akan lebih berumur panjang.

Untuk hal yang tidak mampu kita ubah, janganlah terlalu dicemaskan, karena cemas juga tidak ada gunanya.

Menciptakan kebahagiaan tergantung pada usaha kita sendiri. Senantiasa kita menjaga suasana hati kita agar tetap bagus, maka setiap hari kita pasti dapat menjalani hidup ini dengan perasaan gembira.

Lewat sehari, berkuranglah hidup kita sehari; lewat sehari bergembira pula kita sehari.

Sahabatku yang baik, aku hampir tiba di penghujung surat ini.

Secara singkat bolehkah aku memberi resep praktis kepada kalian untuk menjalani hidup sehari-hari.

Sobatku, jagalah selalu suasana hati kalian agar tetap gembira, olahraga yang cukup, sering terkena sinar matahari, serta makan jenis makanan yang beragam, disertai asupan bermacam-macam vitamin dan  mineral yang seimbang.

Semoga dengan begitu, kalian semua dapat menjalani hidup sehat sampai dua puluh atau tiga puluh tahun lagi.