Suporter Persebaya Bentrok, Risma Berkabung Dua Pendekar Tewas

0
6

Operasi Sikat Semeru HASIL OPERASI SIKAT SEMERU: Polisi memperlihatkan para tersangka berikut barang bukti saat ungkap hasil Operasi Sikat Semeru 2017 di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Minggu (1/10). Polrestabes Surabaya mengungkap 162 kasus 3C (pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasanan dan pencurian kendaraan bermotor) dengan 121 tersangka hasil Operasi Sikat Semeru yang digelar pada 18-29 September 2017. (Foto: Ant/Didik Suhartono). ARTIKEL TERKAIT Tersedia 50.000 Tiket KA Eksekutif Tujuan Surabaya Mahasiswa Surabaya Ciptakan Mesin Pengering Kerupuk Cak Nun Bilang Bangsa yang Bahagia Ada di Surabaya.. Ngaku Petugas Trans Media, Residivis Tipu Tujuh Korban Lidah Buaya Penyembuh Luka Temuan Mahasiswa Surabaya, (Tagar 1/10/2017) – Suporter Persebaya terlibat bentrok dengan sejumlah anggota sebuah kelompok perguruan silat. Risma berkabung, Dua orang pendekar tewas.

Peristiwa mengenaskan yang terjadi di Surabaya pada Minggu (1/10) itu kini tengah diselidiki Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya.

Kepala Polrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Muhammad Iqbal menjelaskan, bentrokan itu terjadi antara suporter Persebaya yang akrab disebut Bonek dengan sejumlah anggota sebuah kelompok perguruan silat.

“Kelompok perguruan silat ini ada kegiatan di Gresik, sedangkan bonek baru saja menyaksikan pertandingan Persebaya melawan Persigo Semeru FC di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya. Kedua kelompok ini berpapasan di Jalan Tambak Osowilangon Surabaya pada Sabtu(30/9) malam, sekitar pukul 23.00 WIB,” kata Kombes Pol Muhammad Iqbal kepada wartawan di Surabaya, Minggu (1/10).

Polisi, menurut Iqbal, berhasil membubarkan bentrok saat massa bonek dan sejumlah anggota perguruan silat ini bersinggungan di Jalan Tambak Osowilangon Surabaya. Namun, ternyata massa bonek kemudian melakukan penghadangan terhadap iring-iringan anggota perguruan silat saat melintas di Jalan Raya Balongsari Surabaya.

“Saat itu sudah pukul 00.30, Minggu dini hari. Massa bonek membakar satu unit sepeda motor yang menyebabkan dua orang anggota perguruan silat meninggal dunia,” ujarnya.

Dua korban tersebut diketahui bernama Eko Ristanto, usia 25 tahun, warga Tlogorejo, Kepuh Baru, Bojonegoro, serta Aris, usia 20 tahun, warga Simorejosari, Bojonegoro.

Iqbal menyatakan sedang melakukan penyelidikan perkara ini. “Di antaranya siang hari ini juga kami sudah mengundang koordinator bonek di seluruh tingkat kecamatan se-Surabaya untuk datang ke Polrestabes Surabaya,” ungkapnya.

Mantan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya ini meyakini dengan mengundang seluruh kordinator lapangan bonek se-Surabaya akan dapat menemukan pelaku yang menyulut bentrokan hingga menyebabkan dua orang meninggal dunia.

“Pertemuannya nanti siang pukul 14.00 WIB. Tak cuma koordinator bonek, dari pihak perguruan silat juga kami minta datang ke Polrestabes Surabaya siang ini,” ucapnya.

Risma Berkabung

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dua orang korban tawuran antara suporter Persebaya Bonekmania dengan Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Teratai di Bundaran Margomulyo-Tandes, Surabaya.

“Saya atas nama Pemerintah Kota Surabaya dan warga Kota Surabaya mengucapkan permintaan maaf kepada keluarga korban meninggal kemarin (30/90) malam,” kata Risma melalui siaran persnya di Surabaya, Minggu (1/10).

Untuk selanjutnya, Wali Kota Surabaya akan mengirimkan perwakilan ke rumah korban tawuran tersebut sebagai permintaan maaf. Wali Kota Surabaya juga mengimbau kepada semua pihak untuk tidak saling membalas.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolrestabes Surabaya agar masalah ini diusut. Yang salah tetap salah agar tidak ada yang saling balas dendam,” ujarnya.

Sementara itu, berdasar perkembangan terkini, perwakilan Pemkot Surabaya bersama perwakilan Polrestabes Surabaya telah mengunjungi rumah kedua korban.

Dua tim dibagi untuk menyampaikan ucapan belasungkawa di rumah korban di daerah Simo Pomahan, Surabaya dan Desa Tlogorejo, Kabupaten Bojonegoro.

Selain menyampaikan ungkapan belasungkawa yang sedalam-dalamnya, utusan dari wali kota Surabaya juga menyampaikan santunan kepada keluarga korban. (ant/yps) [ YLD ]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here