Skema Perbankan Syariah Sulit, Ganjar: Nelayan Setiap Melaut Butuh Rp 500 Ribu

0
11

Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ketika menyapa warga di Desa Kembangbaru, Brebes, Jawa Tengah, Rabu (15/2). (Foto: Ant) ARTIKEL TERKAIT Gubernur Lampung: Warga Sudah Bisa Bayar Pajak Kendaraan Lewat ATM A-ha! Bus Wisata Keliling Paris Pamerkan Senyum Orang Indonesia Sampai Akhir Tahun Tarif Listrik Tidak Naik, Jonan: Kalau Bisa Turun Darmin: Besok Presiden Umumkan Paket Kebijakan Ekonomi Luhut Minta Percepat Swasembada Garam Kebumen, (Tagar 14/9/2017) – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menyatakan, perlu ada skema khusus untuk mengenalkan perbankan syariah kepada masyarakat agar lebih diminati.

“Skema yang saat ini ada tidak mudah dipahami masyarakat, istilah bagi hasil misalnya, bisa memunculkan pertanyaan di masyarakat, hasil siapakah yang dibagi?” kata Ganjar Pranowo di Kebumen, Kamis (14/9).

Ganjar mengungkapkan, sebagian besar masyarakat saat ini ternyata belum mengetahui bagaimana sistem perbankan syariah. Akibat ketidaktahuan ini, maka bank syariah tidak atau belum menjadi alternatif dan pilihan masyarakat untuk mengakses keuangan.

Mantan anggota DPR RI itu, mengakui bahwa manfaat produk perbankan syariah yang diterima nasabah kurang kompetitif dibandingkan dengan bank konvensional.

Apabila dibandingkan dari suku bunga, suku bunga tabungan bank konvensional lebih tinggi daripada bank syariah, demikian juga dengan suku bunga pinjaman, di mana bank konvensional lebih rendah.

Ganjar senang jika perbankan syariah ikut mengambil peran dalam memberikan akses keuangan kepada masyarakat kelompok petani, nelayan, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Nelayan setiap melaut untuk kapal kecil butuh duit Rp 400 ribu-Rp 500 ribu untuk logistik, yang masuk rentenir dan juragannya sehingga nanti ikannya tidak akan punya harga karena ikannya akan dibeli yang meminjami duit,” ujarnya.

Skema pengembalian hutang secara harian untuk nelayan, kata Ganjar, bisa dicoba oleh perbankan, khususnya perbankan syariah.

“Sebab, hasil ‘one day fishing’ sudah bisa dihitung,” ucapnya. (yps/ant) [ YLD ]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here