Seperti Ini Cara JKT 48 Mengenang Kepergian Sang Manager

0
43


Keceriaan yang biasa ditemukan di Teater JKT48, lantai 4 mal fX Sudirman tidak ditemukan pada Senin (27/3) malam. Suasana duka masih menyelimuti grup idola itu paska meninggalnya General Manager Jiro Inao. Teater yang biasanya libur pada hari Senin, malam itu dibuka dengan tujuan khusus: mendoakan mendiang Jiro-san.


Itulah kenapa, pada malam itu tidak ada lightstick, chant, ataupun lagu ceria. Di panggung teater, hanya ada sebuah meja dengan hiasan bunga krisan. Member JKT48 yang biasanya tampil imut dengan kostum warna-warni, malam itu datang dengan pakaian gelap. Mendampingi Foto mendiang Jiro yang terpampang di layar LCD.


Sekitar pukul 17.30, GM JKT48 Teater Melody Nurramdhani Laksani mulai naik ke panggung. Mata perempuan 24 tahun itu tampak sembab. Dari raut wajahnya kentara sekali masih menyimpan kesedihan. Dengan suara bergetar, Melody mengajak para member untuk memberikan salam kepada para fans yang datang untuk berdoa bersama.


“Terima kasih sudah datang dan tetap mendukung kami,” kata Kapten Tim T itu lirih. Masih dengan suara bergetar dan diselingi tangis, Melody mengungkapkan arti pentik Jiro bagi JKT48. “Jiro-san baik dan sayang banget sama kami. Beliau selalu ada untuk kami dan jadi tempat curhat serta komplain,’’ ujarnya di sela tangis.


Sebagai general manager, Jiro dianggap tanggap akan permasalahan dan perkembangan sister group AKB48 itu. Nasihat dan bimbingan selalu diberikan kepada Melody dan kawan-kawan. ’’Jiro-san tidak pernah mengeluh. Kalau saya atau member lain minta bantuan, Jiro-san selalu mencoba yang terbaik untuk membantu,’’ tambah Melody.


Bukan cuma nasihat dan bimbingan Jiro yang dikenang Melody dan para member. Candaan dan berbagai sifatnya senantiasa mewarnai hari-hari aktivitas JKT48. “Kami sangat kehilangan sosok pejuang JKT48. Kami janji akan meneruskan cita-cita Jiro-san untuk JKT48,” kata Melody. Member asal Bandung itu lantas mengajak para member, fans, dan kru JKT48 untuk berdoa bersama.


Dua member lain, Kapten Tim J Shania Junianatha dan Jessica Veranda juga mengungkapkan kesedihan mereka. Shania misalnya. Selasa lalu, saat Jiro meregang nyawa, dia sedang memimpin timnya untuk pertunjukan teater. Hingga show selesai, dia masih tidak tahu hal buruk menimpa Jiro. ’’Tapi saya merasa teater hari itu beda. Rasanya kok ada yang kurang dan situasinya agak nggak enak,” ujar Shania.


Soal siapa yang akan menggantikan posisi Jiro, JKT48 belum mau memikirkan itu. Saat ini, mereka masih belum memutuskan siapa penggantinya. ’’Saat ini kami masih dalam kondisi berduka banget. Ditunggu saja ya,’’ ujar Shania


Veranda juga mengungkapkan hal serupa. Saat show JKT48 di Surabaya pada 18 Maret lalu, Jiro sempat berbicara dengan Veranda di belakang panggung. Dia tidak menyangka kalau itu pesan terakhir. ’’Jiro-san bilang kalau saya harus tetap semangat untuk tampil,’’ ujar member yang telah mengumumkan lulus dari JKT48 itu.


Ironisnya, kepergian Jiro berdekatan dengan perilisan single ke-16 JKT48 yang berjudul So Long pada 8 Maret lalu. Lagu perpisahan itu awalnya didedikasikan untuk kelulusan Veranda. Namun, kematian Jiro membuat fans mengkaitkan bahwa lagu itu untuk melepas kepergian untuk selama-lamanya dari dunia ini.


Menyikapi hal itu, baik Shania, Melody, dan Veranda sepakat bahwa ini hanya kebetulan. Namun, jika ada yang mengaitkan antara lagu So Long dengan kepergian Jiro, maka hal itu membuat lagu So Long semakin bermakna. “Nggak apa-apa kok kalau lagu itu jadi pengingat untuk sosok Jiro-san,” ujar Veranda.


Sejak Rabu pekan lalu (22/3) hingga hari ini, semua aktivitas di Teater JKT48 ditiadakan karena kematian Jiro. Namun, mulai Rabu (29/3), Melody dan kawan-kawan siap memulai aktivitas seperti biasa di teater mereka. “Pokoknya, kami akan berusaha yang terbaik. Terima kasih atas dukungan dari para fans,” ujar Melody. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here