Loading...
Gosip Artis

Seperti Cinta Penelope, Kartika Putri Juga Tak Mau Jual Baju Lama Setelah Berhijab

Kartika Putri-Hijab3

Kartika Putri saat ini sudah mantap mengenakan hijab. Otomatis baju – baju lamanya yang masih belum menutup aurat pun tak terpakai. Tetapi Kartika sepakat dengan sikap Cinta Penelope untuk tidak menjual atau menghibahkan baju – baju lama karena takut akan menambah dosa.

Kartika Putri benar – benar ingin menjadi pribadi yang baru dengan berhijrah melalui penampilan syari nya. Baju – baju lama yang tak terpakai awalnya akan dijual preloved olehnya, tetapi ia mengurungkannya.

“Jadi awalnya aku berpikir, aku mau jual bajunya, karena kan uangnya bisa beli baju baru. Terus tiba-tiba berpikir lagi, ‘Ya Allah entar jadi dosa nggak’, kan nggak mungkin aku tulis, ‘baju ini dijual untuk selain muslimah’. Nanti tersinggung lagi. Jadi akhirnya aku bilang, aku simpan saja buat aku, kan bisa dipakai lagi kalau di rumah kalau sudah punya suami. Jadi buat suami. Jadi yang melihat yang sudah halal saja. Daripada aku kasih ke orang, orangnya buka aurat, akunya dosa lagi, yang dosa sebelumnya belum tahu nih sudah selesai atau enggak,” ujar Kartika Putri, dikutip Kapanlagi (13/2).

Kartika Putri mengaku jika banyak orang yang menyediakan diri untuk menjadi tempat penghibahan baju – baju lama Kartika yang sekarang tak lagi dipakainya. Tetapi karena takut jika dosannya nanti mengalir padanya, Kartika memilih untuk tidak melakukannya.

“Ada satu kamar sendiri, hehehe.Tadi juga ditanyain, ‘kak buat aku ya’, sebenarnya ikhlas saja dan nggak bakal kepakai juga, cuma berpikir lagi, ntar kalau orang buka aurat gara-gara aku, nggak dapat pahala. Next-nya ke depannya malah berdoa punya bisnis, baju muslim yang mencontohkan gitu. Kayak sekarang aja, banyak yang bilang ‘Lu pakai jeans aja sama kaos, ini kelihatan tua banget’ tapi aku bilang, Islam yang bener kan begini. Insya Allah kedepannya bisa memberikan contoh untuk pembelajaran dan pembayaran yang kemarin. Ingin pakai baju muslim yang insya Allah menuju ke arah yang benar,” tekadnya.

About the author

Nina Marliana

Leave a Comment