Sebuah Kisah Untuk Direnungkan: Sudahkah Kita Berbagi Hari Ini?

0
32

renungan

Penting untuk peduli di sekeliling kita, utamanya saudara dan tetangga.

Kisah Nyata

# ‘Tas Siswi SMA’ Ini Membuat Menangis Siapa Saja yang Membacanya #

Pihak sekolah menetapkan kebijakan adanya pemeriksaan mendadak bagi seluruh siswi di dalam kelas. Sebagaimana yang ditegaskan oleh seorang pegawai sekolah bahwa pemeriksaan itu bertujuan merazia barang-barang yang di larang di bawa ke dalam sekolah, seperti telepon genggam yang di lengkapi dengan kamera, foto-foto, surat-surat, alat-alat kecantikan, dan lain sebagainya.

Seperti biasa, dengan penuh percaya diri tim pemeriksa masuk ke dalam kelas. Mereka lantas meminta izin untuk memeriksa tas sekolah para siswi di sana.

Di salah satu kelas ada seorang siswi yang di kenal sangat tertutup dan pemalu. Ia juga dikenal sebagai seorang siswi yang berakhlak sopan dan santun. Ia tidak suka berbaur dengan siswi-siswi lainnya, ia suka menyendiri, padahal ia sangat pintar dan menonjol dalam belajar..

Ia memandang tim pemeriksa dengan pandangan penuh ketakutan, sementara tangannya berada di dalam tas miliknya! Semakin dekat gilirannya untuk di periksa, semakin tampak rasa takut pada wajahnya.

Apakah yang disembunyikan siswi tersebut dalam tasnya?

Tidak lama kemudian, tibalah gilirannya untuk di periksa..

Dia memegang tasnya dengan kuat, seolah mengatakan demi Allah, kalian tidak boleh membukanya

“Buka tasmu wahai putriku.”

Siswi tersebut memandang pemeriksa dengan pandangan sedih, sambil memeluk tasnya

“Berikan tasmu.”

Ia pun menjerit, “Tidak..tidak..tidak!”

Perdebatan pun terjadi

“Berikan tasmu.”

“Tidak.”

“Berikan.”

“Tidak.”

Keributan pun terjadi, tangan mereka saling berebut.

Siswi itu mulai menangis sejadi-jadinya. Siswi-siswi lain terkejut. Mereka melotot. Para guru mengenalnya sebagai seorang siswi yang pintar dan disiplin. Mereka terkejut melihat kejadian tersebut.

Tempat itu pun berubah menjadi hening, kecuali isak tangis siswi tersebut.

Ya Allah, apa sebenarnya yang terjadi dan apa gerangan yang ada di dalam tas siswi tersebut. Apakah mungkin siswi tersebut…. ??

Setelah berdiskusi, tim pemeriksa sepakat untuk membawa siswi tersebut ke kantor sekolah dengan syarat jangan sampai perhatian mereka berpaling dari siswi tersebut supaya ia tidak dapat melempar sesuatu dari dalam tasnya sehingga bisa terbebas begitu saja.

Mereka pun membawa siswi tersebut dengan penjagaan yang ketat dari tim dan para guru serta sebagian siswi lainnya. Siswi tersebut kini masuk ke ruangan kantor sekolah, sementara air mata terus mengalir deras. Siswi tersebut memperhatikan orang-orang disekitarnya dengan penuh ketakutan, takut dipermalukan di depan umum.

Karena perilakunya selama satu tahun ini baik dan tidak pernah melakukan kesalahan dan pelanggaran, maka kepala sekolah menenangkan hadirin dan memerintahkan para siswi lainnya agar membubarkan diri. Dan dengan penuh santun, kepala sekolah juga memohon agar para guru meninggalkan ruangannya sehingga yang tersisa hanya tim pemeriksa saja..

Kepala sekolah berusaha menenangkan siswi malang tersebut, lalu bertanya padanya, “Apa yang engkau sembunyikan wahai putriku.?”

Mendapat simpati dari kepala sekolah, siswi itu membuka tasnya.

Ya Allah, apa sebenarnya benda tersebut?
Di dalam tas tersebut tidak ada benda-benda terlarang atau haram, atau telepon genggam atau foto. Demi Allah, itu semua tidak ada!

Tas itu tidak berisi apa-apa kecuali sisa-sisa roti!

Setelah dibujuk kepala sekolah, siswi itu berkata, “Sisa-sisa roti ini adalah sisa-sisa dari para siswi yang mereka buang. Aku kumpulkan untuk sarapan dengan sebagiannya dan
membawa sisanya kepada keluargaku. Ibu dan saudari-saudariku di rumah tidak memiliki apa-apa untuk mereka santap di siang dan malam hari bila aku tidak membawakan untuk mereka sisa-sisa roti ini.

Kami adalah keluarga fakir yang tidak memiliki apa-apa. Kami tidak punya kerabat dan tidak ada yang peduli pada kami.

Inilah yang membuat aku menolak untuk membuka tas, agar aku tidak dipermalukan di hadapan teman-temanku di kelas. Mereka akan terus mencelaku di sekolah, sehingga kemungkinan aku tidak dapat lagi meneruskan pendidikanku karena rasa malu. Maka saya mohon maaf sekali kepada Anda semua atas perilaku saya yang tidak sopan.”

Semua yang hadir menangis di hadapan siswi yang mulia tersebut.

Wahai saudara dan saudariku, ini adalah satu dari tragedi yang kemungkinan ada di sekitar kita, sementara kita tidak mengetahuinya atau mungkin kita berpura-pura tidak mengenal mereka.

Kita memohon kepada Allah agar tidak menghinakan orang yang mulia dan memohon pada-Nya agar Dia selalu menjaga umat-Nya di setiap tempat.

Mari kita terus berbuat hari ini sekecil apapun bagi fakir miskin yg membutuhkan.