Presiden Ingin Petani Punya Kelompok Besar dan Bermanajemen Modern

0
21

Presiden Joko Widodo Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Menko Perekonomian Darmin Nasution (kedua kiri), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri), dan Menteri LHK Siti Nurbaya (kedua kanan) sebelum rapat terbatas tentang penanggulangan bencana kekeringan di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/9). Presiden mempersiapkan langkah-langkah untuk menanggulangi masalah kekeringan. (Foto: Ant/Rosa P) Jakarta, (Tagar 12/9/2017) – Saat mengundang Luwarso, perwakilan dari sebuah koperasi petani modern yang telah secara mandiri membentuk kelompok besar bagi para petani di sekitarnya,PT BUMR Pangan, Sukabumi, Presiden Joko Widodo berharap para petani mengenal sistem penanaman modern dengan melibatkan teknologi. Selain itu, para petani juga dapat terhubung dengan perbankan sehingga tidak terhambat lagi oleh masalah permodalan.

“Paradigma inilah yang ingin kita lakukan sehingga petani itu harusnya memiliki sendiri industri benih, aplikasi-aplikasi modern, dan penggilingan modern. Itu harganya tidak mahal kalau dibantu dengan akses kepada perbankan,” tambah Presiden.

Lebih lanjut, dalam meningkatkan kesejahteraan dan nilai tukar petani, Kepala Negara juga berpesan agar pihaknya mulai memfokuskan perhatian pada penguatan proses bisnisnya. Sebab, selama ini pemerintah dinilai hanya berkutat pada sektor budidaya pertanian semata. “Itu (sektor budidaya) memang penting, tapi kalau kita ingin memberikan keuntungan yang besar, paradigma kita harus kita ubah untuk masuk ke sektor agrobisnisnya,” ucapnya.

Menyangkut gagasan pengkorporasian petani, Presiden menegaskan bahwa hal tersebut justru perlu dilakukan agar pelaku pertanian semakin mandiri dan terlepas dari bayang-bayang konglomerat. “Kalau nanti saya bicara mengkorporasikan petani, keliru. Kelihatannya mau menjadikan petani di bawah konglomerat. Bukan itu, tetapi membuat kelompok besar petani,” kata Presiden.

Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa dirinya menginginkan petani yang memiliki pola pikir modern. “Mereka harus berpikir dengan manajemen modern, dengan cara-cara pengolahan industri yang modern dan sekaligus memasarkannya kepada industri ritel, memasarkannya kepada konsumen dengan online store, toko online, memasarkannya ke ritel-ritel dengan sebuah manajemen yang baik. Itulah yang akan menguntungkan petani,” tutur Presiden. (rif) [ RRZ ]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here