Polemik Impor Senjata Harus Segera Tuntas Agar Tak Degradasi Presiden

0
5

PENJELASAN SENJATA TERTAHAN DI SOETTA: KaKorps Brimob Polri Irjen Pol Murad Ismail menunjukkan jenis senjata pelontar granat superti barang yang masih tertahan di kepabeanan Bandara Soetta ketika memberikan keterangan di Mabes Polri, Sabtu (30/9). Korps brimob masih menunggu rekomendasi dari Badan Intelijen Strategis TNI terkait tertahannya 280 pucuk senjata pelontar granat dan 5932 pucuk amunisi di kepabeanan Bandara Soekarno Hatta. (Foto: Ant/Wahyu Putro A). ARTIKEL TERKAIT Impor Senjata ‘Digoreng’, Indikasi TNI-Polri Diadu-Domba Polri Akui Ratusan Senjata yang Tertahan di Soetta Tersangka Cukup, Syahrini Hanya Saksi Syahrini Jadi Umpan First Travel Tarik Jamaah Polisi Ungkap Syahrini-Anniesa Saling Kenal Jakarta, (Tagar 3/10/2017) – Impor senjata masih menjadi polemik yang belum juga tuntas yang diatasi pemerintah. Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menilai, polemik ini harus segera diselesaikan agar tak ada kesalahpahaman di kalangan masyarakat.

“Sesegera mungkin untuk dilaksanakan rapat gabungan panglima TNI dengan kepolisian,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (3/10).

Ia sendiri selaku pimpinan DPR bidang koordinator ekonomi dan keuangan mengaku ingin mengetahui secara mendalam terkait dengan pengadaan senjata. Karena pengadaan yang dilakukan Kepolisian maupun TNI menggunakan uang yang berasal dari rakyat, sehingga jika terus menerus menjadi polemik akan meresahkan masyarakat.

“Ini menggunakan uang rakyat, menggunakan APBN sungguh pun DPR tidak membahas sampai satuan III tetapi kalau ini mencederai kerisauan rakyat, harus diluruskan” jelasnya.

Ia berharap, polemik antara Kepolisian dan TNI ini segera tuntas. Karena jika tak segera tuntas, maka akan mendegradasi Presiden Joko Widodo.

“Kita semua sayang dengan TNI, sayang dengan Polri tetapi kalau ini sampai mencuat ke publik, ini menjadi isu yang sangat mendegradasi presiden,” pungkasnya. (nhn) [ YLD ]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here