Pemerintah Tegaskan Pentingnya Edukasi dan Pengawasan Penyalahgunaan Obat Bagi Anak-Anak

0
5

Presiden Jokowi PENCANANGAN PEMBERANTASAN OBAT ILEGAL: Presiden Joko Widodo memberi sambutan saat Pencanangan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat di Lapangan Buperta Cibubur, Jakarta, Selasa (3/10). BPOM mengintensifkan pengawasan dan penegakan hukum terkait maraknya penyalahgunaan Obat-Obatan Tertentu (OOT) maupun peredaran obat ilegal di Indonesia, serta membutuhkan kerjasama lintas sektoral untuk memerangi obat ilegal. (Foto: Setpres) ARTIKEL TERKAIT Agus Hermanto: Presiden Tepat Perintahkan Kabinetnya Jangan Gaduh Jokowi Dijadwalkan Tinjau Proyek Waduk Karian Presiden Canangkan Pemberantasan Obat Ilegal Jokowi, Jangan Bapaknya Sudah Manas-manasin, Ibu-ibu Ikut Ngompori Sidang Kabinet Paripurna, Presiden: Jangan Bikin Kegaduhan Jakarta, (Tagar 3/10/2017) – Proses pengawasan peredaran obat ilegal dan terlarang harus betul-betul dijalankan dengan tegas dan cepat. Jangan pula ditemukan lagi adanya praktik-praktik seperti suap yang mencemari proses pengawasan ini sehingga tidak berjalan dengan baik.

Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika memberikan sambutan dalam dalam acara Pencanangan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat di Lapangan Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur, Jakara Timur, Selasa (3/10).

“Praktik seperti ini juga harus diakhiri agar korban-korban karena obat ilegal ini betul-betul bisa kita hindarkan. Sekarang saatnya kita semua bertanggung jawab untuk melindungi kesehatan dan keselamatan seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya mengakhiri.

Saat diminta maju dan memberikan penjelasan kepada Presiden, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Polisi Ari Dono Sukmanto mengungkapkan bahwa penyalahgunaan obat acap kali menyasar anak-anak usia sekolah dan putus sekolah.

“Bila melihat dari pola hidup sekarang ini, kebanyakan orang tua hampir menghabiskan seluruh waktunya di luar rumah untuk bekerja. Akibatnya, kegiatan anak-anaknya menjadi kurang terpantau,” ungkap Komjen Polisi Ari Dono Sukmanto.

Oleh karenanya, Ari Dono berharap agar pihak-pihak terdekat dengan anak lebih dapat mengawasi kegiatan-kegiatan mereka dan memberikan bimbingan berupa pembinaan karakter.

“Besar harapan kami dari aspek penegakan hukum, anak sebagai generasi muda tentunya perlu kita jaga. Yang paling dekat dengan mereka hanya sekolah atau guru-guru agar mereka bisa mengawasi dan memberikan kegiatan-kegiatan yang sifatnya berupa pembinaan karakter,” terangnya.

Hal tersebut diamini oleh Presiden. Ia berharap betul agar sekolah, pondok pesantren, dan para pengajar dapat lebih menggencarkan sosialisasi mengenai bahaya narkoba dan obat ilegal kepada para muridnya.

Narkoba Itu Kampungan

Sementara itu, Bimbim anggota grup musik Slank mengatakan bahwa narkoba dan obat illegal merupakan masalah yang harus ditangani secara serius karena sangat membahayakan generasi muda.

“Apa yang harus dilakukan kalau menurut mas Bimbim?” tanya Presiden.

Anak-anak harus diberitahu bahaya narkoba dan obat ilegal sejak dini dengan cara khusus sehingga mereka mau memahami. “Anak-anak kan biasanya susah dikasih tahu _tuh_ Pak,” ucap Bimbim.

Bimbim mengajarkan anaknya menjauhi narkoba dan obat ilegal dengan cara kekinian.

“Kalau aku _ngajarkan,_ anakku sudah 16 tahun yang paling besar, anak cewek. _Ngajarin tuh_ dengan bikin bahwa narkoba itu kampungan, narkoba itu norak, narkoba itu hanya orang-orang yang enggak jelas. Justru (ajaran) itu bikin dia begitu ketemu (narkoba dan obat ilegal), bikin dia ada penolakan sendiri,” kata Bimbim.

Turut hadir mendampingi Presiden, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Kesehatan Nila Moeloek dan Kepala Badan POM Penny Kusumastuti Lukito. (Bey Machmudin/Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden/yps) [ YLD ]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here