Pemerintah Pastikan Tarif Angkutan Online Akan Fleksibel

0
39

Memalukan.info – Aturan tarif batas bawah dan batas atas segera berlaku untuk angkutan online. Muncul kekhawatiran, tarif akan diatur flat layaknya angkutan konvensional. Tarif sama sepanjang hari meski di jam-jam sibuk. Kekhawatiran itu dijawab oleh pemerintah.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Pudji Hartanto Iskandar mengungkapkan, tarif angkutan online masih bisa bergerak fluktuatif. Asalkan, tidak lebih rendah dari batas bawah dan lebih tinggi dari batas atas. Dengan kata lain, ada kesempatan untuk turun hingga batas bawah pada jam senggang dan naik pada jam sibuk. Beda dengan angkutan konvensional yang tarifnya flat sejak pagi hingga malam. ”Nanti hitungannya per Km (batas tarif kilometer, Red). Perkilometernya berapa rupiah itu akan dilihat,”  ujarnya ditemui di Jakarta, kemarin (30/3).

Untuk batas bawah dan batas atas pun, kata dia, nantinya lebih rendah dari ketentuan tarif batas bawah dan batas atas dari angkutan konvensional. Presentase diambil dari batas tarif dari angkutan konvensional yang sudah ada. ”Misalnya, dari jarak A ke B dengan menggunakan konvensional itu Rp 50 ribu. Sekarang tinggal maunya berapa untuk online? 10 persen atau 20 persen. Mudah saja,” ungkapnya.

Disinggung soal kuota, Pudji mengungkapkan perhitungan masih berada di tangan daerah. Namun, dia memastikan, kuota ditentukan berdasarkan kebutuhan total untuk armada angkutan umum di daerah tersebut. Sehingga, perhitungannya digabung. Angkutan konvensional akan berbagi dengan onlie untuk memenuhi kuota tersebut.  ”Kebutuhan armada dibagi secara proporsional,” ujar mantan Kapolda Sulawesi Selatan itu.

Sementara itu, kerja sama baru disepakati GO-JEK Indonesia dan PT Blue Bird. Secara khusus, GO-JEK Indonesia akan menyediakan layanan khusus pemesanan kendaraan Blue Bird melalui menu baru GO-Bluebird. Kemarin (30/3), peresmian kerja sama dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Menhub menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi yang dilakukan antara kedua perusahaan tersebut. Baginya, menyatukan penyedia transportasi konvensional dengan penyedia transportasi transportasi aplikasi daring bukan sesuatu yang mudah. ”Ini mimpi kami dari Kemenhub, akhirnya dua penyedia layanan transportasi ini bertemu di satu titik. Tidak mudah, saya yakinkan dan akhirnya menghasilkan satu koalisi. Ini membanggakan,” ujarnya saat memberikan sambutan kemarin (30/3).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan terut menegaskan bahwa GO-JEK Indonesia sebagai penyedia layanan on-demand dan Blue Bird sebagai penyedia layanan transportasi sudah selayaknya berkolaborasi. Apalagi era modernisasi telah membuat kemajuan teknologi semakin berkembang pesat. Penyedia transportasi konvensional pun perlu mengadopsi kemajuan teknologi tersebut. ”Prinsipnya kolaborasi memang harus dilakukan, karena teknologi berkembang,” ujarnya.

Dalam kerja sama ini, GO-JEK dan Blue Bird akan meluncurkan menu khusus untuk memesan taksi Blue Bird. Jika sebelumnya pelanggan hanya bisa mendapatkan armada Blue Bird dari menu GO-Car, kini di menu GO-Bluebird aplikasi hanya akan mengarahkan pelanggan pada armada taksi Blue Bird, tak ada kendaraan Go-Car di layanan tersebut. ”Masing-masing (GO-Car dan Go-Bluebird, Red) memiliki kelebihannya sendiri. Kalau pakai Go-Bluebird lebih nyaman jika ingin berpergian yang butuh untuk mampir-mampir dan berhenti di berbagai tempat lain tanpa khawatir driver tidak mau menunggu,” tegas Direktur PT Blue Bird Adrianto Djokosoetono.

Namun ada perbedaan mengenai pemberlakuan tarif pada GO-Bluebird. Jika GO-Car sudah tertera harga fix suatu rute perjalanan, tarif layanan GO-Bluebird adalah berdasarkan argometer taksi. Kendati begitu, bukan berarti menutup kesempatan mendapat diskon dalam promo GO-Jek. Untuk promo Go-pay misalnya. Pelanggan masih bisa menggunakan fitur tersebut.  ”Mulai besok (hari ini, Red) fitur GO-Bluebird mulai diberlakukan. Sebagai permulaan, kerja sama ini berjalan di lima kota, yaitu Jabodetabek, Surabaya, Medan, dan Semarang,” ujar Adrianto.

CEO GO-JEK Indonesia Nadiem Makarim menyatakan bahwa kerja sama ini akan menguntungkan kedua pihak. Sebab, dengan banyaknya armada yang dimiliki Blue Bird, demand akan layanan transportasi mobil yang diakses pelanggan melalui aplikasi GO-JEK akan cepat terpenuhi. ”Memang kami merasakan bedanya, sejak GO-JEK  bekerja sama dengan Blue Bird pada layanan GO-Car, waktu tunggu untuk mendapatkan armada menjadi lebih cepat. Selain itu, sebagian besar konsumen juga prefer mendapat kendaraan Blue Bird,” ujarnya.

Kerja sama Blue Bird dan GOjek sendiri sudah dimulai sejak Februari 2017 lalu. Blue Bird bergabung dalam layanan GO-Car milik Go-jek. Lebih dari 2000 armada taksi Blue Bird yang sudah terkoneksi dengan aplikasi tersebut.  Sampai saat ini, Blue Bird memiliki sekitar 35 ribu armada di 18 lokasi di Indonesia, sementara aplikasi GO-JEK telah diunduh sebanyak lebih dari 40 juta kali di platform Android dan iOS serta beroperasi di 15 kota di Indonesia. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here