Loading...
Berita Terbaru

PBB Yakini 10 Warga Tewas Dalam Serangan di Afganistan

Wakil Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afghanistan mengatakan bahwa setidak-tidaknya, 10 warga tewas dalam serangan udara di kota Kunduz pada pekan lalu, meskipun penyelidikan militer Amerika Serikat tidak menemukan pertanda kematian warga. Wakil Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afghanistan mengatakan bahwa setidak-tidaknya, 10 warga tewas dalam serangan udara di kota Kunduz pada pekan lalu, meskipun penyelidikan militer Amerika Serikat tidak menemukan pertanda kematian warga.(Foto:thephuketnews.com) ARTIKEL TERKAIT Tiga Juta Warga Dunia Belum Memiliki Status Kewarganegaraan PBB Marah Besar, Serangan Arab Saudi Bunuh 30 Warga Yaman Kabul, (Tagar 9/11/2017) – Wakil Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afghanistan mengatakan bahwa setidak-tidaknya, 10 warga tewas dalam serangan udara di kota Kunduz pada pekan lalu, meskipun penyelidikan militer Amerika Serikat tidak menemukan pertanda kematian warga.

Dalam rangkaian pesan di Twitter mereka, Misi PBB di Afghanistan mengatakan bahwa hasil wawancara dengan sejumlah korban selamat, petugas kesehatan dan lain-lain memberi alasan kuat untuk menyakini bahwa warga termasuk di antara korban serangan pada Sabtu itu.

“Laporan terpercaya mengatakan bahwa setidak-tidaknya 10 warga tewas dalam serangan udara di Kunduz, Afghanistan, pada 4 Nopember, berdasarkan temuan awal UNAMA,” katanya.

Pernyataan tersebut bertentangan dengan temuan AS pada Selasa, yang mengatakan bahwa hasil penyelidikan tidak menemukan bukti kematian warga.

Babak itu menggarisbawahi kekurang-jelasan mengenai laporan terhadap korban di kalangan warga, yang kemungkinan semakin menonjol ketika Amerika Serikat melakukan serangan udara melawan Taliban dan kelompok pemberontak lain.

Dalam kunjungan ke Kabul pada September, Menteri Pertahanan AS Jim Mattis mengatakan bahwa para komandan akan diberi kebebasan lebih besar untuk melakukan serangan bersenjata melawan Taliban, namun tetap secara manusiawi dan berhati-hati untuk menghindari jatuhnya korban di kalangan rakyat.

Mantan Presiden Hamid Karzai, yang terlibat bentrok dengan Amerika Serikat atas masalah serupa di tahun-tahun sebelumnya, mengutuk serangan udara tersebut, namun pemerintahan Presiden Ashraf Ghani sejauh ini tidak membuat pernyataan umum guna menanggapi hal tersebut.

Sejumlah akun dari beberapa pejabat setempat menunjukkan bahwa sebanyak 13 orang tewas dalam serangan udara pada Sabtu di distrik Chahardara, pinggiran kota Kunduz, dan beberapa laporan lainnya mengatakan bahwa sebanyak 65 orang tewas.

Pasukan khusus Afghanistan dan gubernur provinsi setempat menyangkal adanya kematian warga sipil dalam operasi yang menewaskan 48 gerilyawan itu.

Dalam laporan terkininya, PBB mengatakan bahwa terdapat peningkatan 52 persen dalam korban dari kalangan warga akibat serangan udara di sembilan bulan pertama tahun ini, dengan 205 orang tewas dan 261 terluka.(ant/wwn) [ WWN ]

About the author

Nina Marliana

Leave a Comment