Pasangan Berjodoh Biasanya Mirip, Ini Kajian Ilmiahnya

0
77

Sebuah penelitian seperti yang dilansir The New York Times pada Jumat (2/10), memaparkan hal menarik terkait wajah pasangan yang mirip.

jodoh

Penelitian itu menyebutkan jika pasangan mulanya merasa tidak mengalami kemiripan khusus satu sama lain. Tapi setelah 25 tahun menikah, kemiripan mulai terlihat walaupun terlihat samar. Selain itu, penelitian yang sama juga menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat kemiripan wajah semakin bahagialah pasangan tersebut.

Peningkatan kemiripan wajah ini merupakan hasil dari saling berbagi emosi selama beberapa dekade. Seperti yang disampaikan oleh Robert Zajonc yang merupakan seorang psikolog di University of Michigan Amerika Serikat, yang sekaligus melakukan penelitian tersebut.

Dalam studi tersebut orang diberi foto hitam-putih dari wajah random, kemudian diinstruksikan untuk mencocokkan antara pria dan wanita yang paling mirip. Dua puluh empat foto-foto itu terdiri dari pasangan yang baru saja menikah, sementara dua puluh empat lainnya adalah foto-foto pasangan yang sudah 25 tahun menikah.

Semua pasangan ini tinggal di Michigan dan Wisconsin (keduanya di Amerika Serikat) dan berusia 50 dan 60 tahun pada foto kedua (usia pernikahan 25 tahun). Studi bersangkutan menemukan bahwa pasangan muda hanya menunjukkan kesamaan satu sama lain pada satu kesempatan, namun ahli menemukan kemiripan yang pasti di antara pasangan yang telah menikah seperempat abad.

Kemiripan itu terlihat dari kerutan dan kontur wajah yang samar namun tetap dapat terlihat, pada pasangan yang telah lama menikah. Lebih lanjut, Zajonc dan rekan penelitiannya menyatakan bahwa faktor-faktor seperti diet yang sama dapat berkontribusi dalam kemiripan pasangan. Semisal hasil diet pasangan itu memengaruhi jaringan lemak. Bukti seperti ini ditemukan lebih tampak pada pasangan yang lebih tua usia pernikahannya daripada yang lebih muda.

Zajonc juga menyatakan bahwa orang sering secara tidak sadar meniru ekspresi wajah pasangan mereka dalam urusan empati dan bahwa selama bertahun-tahun mereka berbagai ekspresi yang sama dengan wajah yang sama. Dia menduga bahwa berbagi ekspresi wajah dapat mengidentifikasi emosi karena otot-otot wajah memainkan peran mengatur aliran darah ke otak.

Dari sini otak akan melepaskan bahan kimia yang terkait dengan emosi tersebut. Misalnya saat tersenyum pada pasangan, otot-otot wajah akan berperan mengalirkan darah ke otak. Dan otak akan melepaskan neurotransmiter terkait rasa gembira atau semangat. Saat pasangan menirukan senyuman, dia juga bisa merasakan emosi yang sama.