Partai Pemerintah Pasrah Kena Reshuffle

0
18

Pelantikan Kabinet Kerja.

Memalukan.info – Sinyal perombakan (reshuffle) kabinet jilid III makin terasa. Hal itu menyusul adanya pernyataan Presiden Jokowi saat Kongres Ekonomi Umat yang diselenggarakan MUI di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (22/4) lalu.

Rumor itu pun membuat sejumlah partai pendukung ketar-ketir. Bahkan dinilai banyak pihak, kalau ucapan Jokowi tersebut untuk memasukan Basuki Tjahja Purnama (Ahok) sebagai menteri.

Sikap legowo jika sampai terjadi Reshuffle Kabinet Jilid III dilontarkan oleh anggota DPR RI Fraksi Hanura Dadang Rusdiana. Menurut anggota Komisi X DPR ini, partai-partai pendukung pemerintah hanya berhak untuk patuh pada keputusan yang akan diambil presiden.

“Reshuffle kan hak penuh presiden. Presiden yang berhak penuh dalam menilai pencapaian kinerja dari masing-masing menteri. Kita tahu bahwa Presiden Jokowi itu tipe pemimpin dengan perhitungan yang selalu terukur. Beliau tidak mau pencapaian kinerja kementerian itu hanya bersifat pencitraan, mesti ada hitungan kuantitatif yang jelas. Maka wajar kalau beliau melempar isu reshuffle,” kata Dadang saat dihubungi wartawan.

Mengenai siapa yang akan direshuffle tentunya siapapun tidak boleh mengira-ngira siapa yang akan diganti. “Penafsir tunggal atas reshuffle itu hanya ada di Pak Jokowi. Tentunya semua partai harus siap dengan keputusan Presiden, tentang nama dan kapan reshuffle itu dilakukan,” tandas Dadang.

Begitupula dengan Ketua DPP Partai Golkar, Andi Sinulingga yang menyatakan pihaknya tidak ada masalah bilamana Presiden Jokowi melakukan reshuffle kabinet, yang ditengarai akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

“Kan beliau juga kemarin mengatakan kan ada beberapa menteri yang dianggap tidak bisa bekerja sesuai target. Jadi kalau Pak Jokowi menganggap tidak sesuai target ya diganti saja menteri-menteri itu, nggak usah ditunggu terlalu lama,” ujar Andi.

Sebagaimana diketahui, Golkar di bawah kepemimpinan Setya Novanto yang di tengah jalan baru bergabung dengan pemerintahan Jokowi akhirnya mendapat jatah satu kursi menteri, yakni Airlangga Hartarto yang menjadi Menteri Perindustrian. “Tidak ada masalah, kan hak prerogratif beliau sebagai presiden. Dia yang memberhentikan dan mengangkat menteri-menteri kan,” lanjut dia.

Hal senada disampaikan oleh elit Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga yang mengaku menyerahkan sepenuhnya perombakan Kabinet Kerja ke tangan Presiden Joko Widodo. “Masalah reshuffle adalah hak dan kedaulatan presiden,” ujar dia.

Sebagai partai pendukung pemerintah, PAN menyerahkan urusan ini kepada presiden. Viva menilai presiden paling mengetahui kebutuhan pemerintah dalam menyelesaikan capaian-capaian pembangunan.

Sekalipun, menteri yang dirombak berasal dari partainya. “Kami percaya penuh bahwa presiden yang paling mengetahui kebutuhan beliau atas kabinet yang diperlukan untuk mencapai target-target pembangunan pemerintah,” pungkas dia. (ton)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here