Normalisasi Ciliwung Belum Rampung, Ini Penyebabnya

0
16

Normalisasi Kali Ciliwung

PEMASANGAN TURAP BUKIT DURIPekerja menyelesaikan pemasangan turap untuk normalisasi kali Ciliwung di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Senin (7/8). Proyek normalisasi tengah memasuki tahap pemasangan ‘sheet pile’ atau turap untuk mengembalikan lebar sungai Ciliwung ke kondisi normal yaitu 35-50 meter. (Foto: Ant/M Agung Rajasa). ARTIKEL TERKAIT Perluasan Terminal Penumpang El Tari Mulai November ESDM Siapkan Rantai Pasokan Pipa Virtual Gas Pembangunan Infrastruktur Membuat Suksesnya Arus Mudik 2017 Jakarta, (Tagar 6/9/2017) – Pekerjaan normalisasi Kali Ciliwung sepanjang 19 kilometer masih terkendala pembebasan lahan.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) T Iskandar mengatakan, pekerjaan normalisasi Kali Ciliwung yang mulai dikerjakan pada 2013 hingga 2016 diperpanjang 1 tahun untuk paket 1 dan 2 hingga tahun 2017 dengan menggunakan dana APBN sebesar 1,18 triliun.

“Kendala pekerjaan normalisasi Kali Ciliwung belum dapat diselesaikan karena belum bebasnya semua lahan yang dibutuhkan untuk normalisasi kali yang terdiri atas pemancangan ‘sheet pile’, pembangunan jalan inspeksi dan pengerukan sungai,” kata Iskandar di Jakarta, Selasa (5/9).

Ia menjelaskan, proyek normalisasi Kali Ciliwung sepanjang 19 km ini dibagi dalam empat paket. Paket 1 dengan panjang 4,4 km dimulai dari Pintu Air Manggarai sampai Jembatan Kampung Melayu saat ini perkembangannya mencapai 56,55 persen dengan panjang tanggul terbangun 4,95 km (kanan dan kiri sungai) yang dilaksanakan dari tahun 2013 sampai Agustus 2017.

Ada pun pekerjaan di Paket 1 yang sedang berjalan berada di Kelurahan Bukit Duri sepanjang 700 meter yang dimulai dari Jembatan Tongtek sampai Perumahan Garuda.

Sementara itu, Paket 2 dengan panjang 5,7 km dimulai dari Jembatan Kampung Melayu sampai Jembatan Kalibata dengan perkembangan 41,18 persen dengan panjang tanggul terbangun 4,67 km (kanan dan kiri sungai) yang dikerjakan dari tahun 2013 sampai April 2017.

Paket 3 dengan panjang 5,1 km dimulai dari Jembatan Kalibata sampai Jembatan Satu Condet dengan perkembangan 28,10 persen dengan panjang tanggul terbangun 3,19 km yang dilaksanakan dari tahun 2013 sampai 2016.

Paket 4 dengan panjang 4,8 km dimulai dari Jembatan Satu Condet hingga Tol JORR TB Simatupang dengan perkembangan 35,44 persen dengan panjang tanggul terbangun 3,84 km yang dilaksanakan dari tahun 2013 sampai 2016.

Iskandar menyebutkan, normalisasi kali ini bertujuan untuk mengembalikan kondisi lebar Sungai Ciliwung menjadi kondisi normal, yaitu 35-50 meter, perkuatan tebing, pembangunan tanggul, jalan inspeksi dengan lebar 6-8 meter di sepanjang sisi Kali Ciliwung, meningkatkan kapasitas tampung alir dari 200 meter menjadi 570 meter kubik per detik serta menata kawasan di sekitar Kali Ciliwung. (yps/ant) [ YLD ]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here