Mereka Pilih Merah Putih Untuk Kecewa..

0
21

Peta Perbatasan Timor Leste Ronaldo, salah seorang warga eks Timor-Timur dalam aksi itu.Ia meminta Pemerintah Indonesia dari pusat maupun daerah agar mewujudkan kesejahteraan hidup semua warga eks Timor-Timur yang sudah bergabung dalam naungan NKRI sesuai janji yang pernah disampaikan. (Foto: Ist) ARTIKEL TERKAIT Nelayan NTT Butuh BBM dan Ice Flake Menyaksikan Kuda Menari di Festival 1001 Kuda Sandelwood Sumba Tak Sopan Saat Salaman Ketua KPU Lembata Kena Bogem Kupang, (Tagar 25/9/2017) – Ribuan warga eks Timor-Timur dari sejumlah daerah di Pulau Timor, Senin (25/9) pagi menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur di Jalan El Tari, Kota Kupang. Kelompok-kelompok massa terus berdatangan dengan rombongan sepeda motor maupun angkutan pikap dan truk dalam aksi yang dimulai sekitar Pukul 07.00 Wita.

Massa yang membawa atribut Merah Putih mulai beraksi manyampaikan aspirasi mereka di depan pintu halaman Kantor Gubernur NTT yang dijaga ketat aparat Kepolisian dari Polda NTT maupun Polresta Kupang. “Kami datang ke sini karena sudah 18 tahun nasib kami terkatung-terkatung tidak jelas sejak 18 tahun memilih bergabung dengan Merah Putih,” kata Ronaldo, salah seorang warga eks Timor-Timur dalam aksi itu.

Ia meminta Pemerintah Indonesia dari pusat maupun daerah agar mewujudkan kesejahteraan hidup semua warga eks Timor-Timur yang sudah bergabung dalam naungan NKRI sesuai janji yang pernah disampaikan. Aparat Kepolisian terlihat terus melakukan pengamanan secara berlapis di Halaman Kantor Gubernur NTT hingga menyebar di Jl El Tari.

Kapolres Kupang Kota AKBP Anthon CN, mengatakan jumlah massa diperkirakan mencapai 13 ribu lebih orang dari berbagai kabupaten di Pulau Timor. “Jadi kita siapkan fleksibel dan berimbang sesuai dengan kekuatan massa yang datang,” ujarnya.

Pihak Kepolisian telah melakukan penutupan salah satu jalur Jalan El Tari akibat massa mulai yang terus berdatangan membanjiri area itu. Ia memastikan pengamanan tetap dilakukan secara ketat dan berharap aksi tersebut bisa berlangsung dengan tertib dan damai.

“Mudah-mudahan tidak anarkis dan tidak melanggar aturan, karena kalau anarkis dan melanggar aturan pasti akan kita tindak,” kata Anthon. (rif/ant) [ RRZ ]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here