Melawan Belanda, Kaum Buruh Ikut Merebut Irian Barat

0
6

Melawan Belanda, Kaum Buruh Ikut Merebut Irian Barat Melawan Belanda, Kaum Buruh Ikut Merebut Irian Barat. (Foto:Ist) Jakarta, (Tagar 3/10/2017) – Untuk mengenang aksi buruh besar-besaran yang terjadi tanggal 1 Mei 1986, di Amerika Serikat, maka tanggal 1 Mei dijadikan pemerintah Indonesia sebagai hari buruh nasional.

Dalam sejarah Indonesia, tanggal 1 Mei juga bertepatan dengan pembebasan Irian Barat. Tepatnya, tanggal 1 Mei 1963, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia.

Memuncaknya perjuangan merebut Irian Barat tak lepas dari ngototnya penjajah Belanda untuk tetap mempertahankan Irian Barat sebagai wilayah koloninya. Untuk merebut Irian Barat, pemerintah Indonesia melakukan aksi pembebasan Irian Barat yang didukung pihak militer serta organisasi massa, pemuda, wanita, veteran, alim ulama, petani dan buruh. Hasilnya, pertengahan Oktober 1957 dibentuk Panitia Aksi Pembebasan Irian Barat.

Tepat 1 Desember 1957, Soedibjo selaku Menteri Penerangan sekaligus Ketua Panitia Aksi Pembebasan Irian Barat, menginstruksikan kepada kaum buruh yang bekerja di perusahaan-perusahaan Belanda, untuk mengadakan aksi pemogokan total tanggal 2 Desember 1957. Aksi mogok itu disusul dengan pengambilalihan perusahaan-perusahaan Belanda oleh buruh.

Di Jakarta, pada tanggal 3 Desember 1957 terjadi pengambilalihan semua perusahaan-perusahaan Belanda, termasuk yang ada di luar kota Jakarta. Selanjutnya, pada November 1957 dibentuk Badan Kerjasama Buruh dan Militer yang anggotanya terdiri dari wakil-wakil dari tiap induk organisasi buruh dan perwira militer. (ard) [ WWN ]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here