KPK Korek Tiga Hal Ini dari Arif Wibowo

0
21

Arif Wibowo


KPK PERIKSA ARIF WIBOWO


Arif Wibowo diperiksa KPK pada Selasa (5/9) sebagai saksi dalam kasus korupsi proyek pengadaan KTP elektronik (E-KTP) dengan tersangka Ketua DPR Setya Novanto. (Foto: Rizkia Sasi) ARTIKEL TERKAIT Kasus E-KTP, Setya Novanto Ajukan Praperadilan Hari Ini KPK Periksa Ganjar Pranowo Untuk Tersangka Setya Novanto Periksa Banyak Saksi, KPK Telusuri Ke Mana Saja Aliran Dana E-KTP Terkait Setya Novanto, KPK Sita Barang Bukti di Rumah Saksi Hari Ini KPK Periksa Agun Gunandjar Untuk Setya Novanto Jakarta, (Tagar 5/9/2017) – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap Anggota DPR RI Arif Wibowo sebagai saksi untuk tersangka Setya Novanto terkait kasus pengadaan KTP Elektronik (E-KTP) dalam pemeriksaan ini, pertama KPK ingin mendalami kembali proses pergulatan proses pengadaan E-KTP.

“Kedua tentang penggunaan teknologi informasi, saya kan tidak mengerti banyak soal itu. Saya sampaikan itu harus diuji,” papar Arif di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (5/9) siang.

Ketiga, lanjut Arif, tentang kondisi lapangan menyangkut peralatan dalam pelaksanaan E-KTP di lapangan seperti alat untuk sidik jari, iris mata dan lain sebagainya.

“Tentu sejauh yang saya tah ada yang daerahnya kurang, ada pula yang alatnya rusak. Nah saya minta KPK cek saja di lapangan,” ujarnya.

Selain itu, Arif mengaku tak ada pertanyaan seputar aliran dana yang diajukan penyidik kepadanya. Pasalnya pada pemeriksaan kali ini, KPK ingin mengetahui bagaimana sistem kependudukan, sistem informasinya dan bagaimana E-KTP itu bekerja.

“Pemeriksa sekarang itu mendalami tindakan dan lahirnya program itu. Jadi pendapat fraksi-fraksi ya saya gak ingat,” lanjutnya.

Sebelumnya, Arif sempat diperiksa sebagai saksi dengan tersangka Andi Agustinus atau Andi Narogong, ia ditanyai penyidik soal ada atau tidaknya aliran dana dari proyek E-KTP kepadanya.

“Alhamdulillah, saya katakan kepada penyidik tidak ada sama sekali,” ujar Arif di Gedung KPK, Rabu (5/7) lalu.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan jaksa KPK di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (9/3) lalu atas dua terdakwa, yaitu Irman dan Sugiharto, dalam kesempatan tersebut jaksa KPK menguraikan satu per satu para pihak yang disebut menerima aliran dana haram terkait dengan proyek pengadaan E-KTP.

Di antara pihak-pihak itu, muncul nama Arif Wibowo yang diduga ikut menerima aliran dana proyek pengadaan E-KTP sejumlah USD 108 ribu. (sas) [ YLD ]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here