Kontroversi Uber Taxi di Jakarta

0
1628

Dibalik kontroversi Uber Taxi di jakarta tersimpan banyak testimoni yang menyatakan bahwa uber taxi memberikan layanan yang tidak mengecewakan dan memberikan kemudahan bagi penggunanya.

Kontroversi Uber Taxi Jakarta
Kontroversi Uber Taxi Jakarta

PLUS nya naik Uber Taxi:

1. Aplikasinya simple, tahapannya ngga ribet.

Mulai dari pendaftaran akun baru, pencarian taksi, ngecek lokasi taksi yang mau jemput dimana, ngontak supir taksinya, estimasi tarif dan waktu jemput, data supir dan nopol mobilnya, selama perjalanan juga keliatan di GPS, pembayaran yang bisa dibagi dengan temen kita (split fare), kasih review buat supirnya, semua bisa dari aplikasi Uber Taxi yang dengan gampang bisa kita akses di ponsel kita, sementara jumlah tagihan tarif kita yang dikirim langsung ke email kita.

2. Pilihan mobilnya berlimpah dan lebih terawat

Ada 2 tipe armada, yaitu Uber X yang merupakan kelas lebih murahnya, dan baru ada di Jakarta sejak Januari 2015 kemarin dan UberBlack yang merupakan kelas premiumnya yang sudah hadir lebih dulu dari Agustus 2014. Karena bekerja sama dengan sejumlah perusahaan penyewaan mobil, maka jenis mobil yang digunakan sebagai armada bisa bervariasi, tergantung tipe armada mana yang kita pilih, kalau Uber X biasanya ya Avanza, Xenia, Rush, Terios atau APV, bahkan Innova. Kalau UberBlack biasanya Innova, Camry bahkan juga Alphard, Mercedes Benz S Class dan BMW!.

Serasa mobil pribadinya banyak kan gonta ganti mulu. Enak kan kalau kita barengan beberapa temen semisalkan dari bandara atau mau makan siang rame-rame, naik Avanza atau Innova kan lebih lega daripada umpel-umpelan pake taksi biasa.

Udah gitu enaknya lagi mobilnya bersih dan terawat, ada yang nyediain charger buat hape, permen, tisu, serasa mobil sendiri deh, seperti taglinenya : Everyone’s private driver.

3. Ada perkiraan tarif ongkos ke tempat tujuan kita.

Saya suka nih fitur ini, karena bisa kebayang bakal harus bayar berapa, ngga panik or deg-degan lagi bolak balik liat argo kalau ternyata macet.

4. Tarif perjalanan dengan Uber Taxi pada umumnya lebih murah daripada kalau naik taksi biasa.

Tarif buka pintu taksi biasa sekarang rata-rata kan Rp 6000-7000 ya, sementara kalau Uber X itu hanya Rp 3000, untuk perhitungan total biaya perjalanan akan tergantung pada 3 elemen:

– Base fare (tarif buka pintu): Rp3000 untuk UberX atau Rp7000 untuk UberBlack

– Distance (total harga sesuai jarak yang ditempuh) dimana harga / km tergantung UberX (Rp 2000/km) atau Uber Black (Rp 2850/km).

– Time (lama waktu tempuh), dimana harga /menit juga tergantung UberX atau UberBlack.

Kenapa saya bilang lebih murah?, karena saya bandingkan ya, dari Bandara CGK ke rumah kita di Lebak Bulus (jaraknya 35 KM melalui Tol Lingkar Luar Barat) itu biasanya naik taksi BurungBiru bakal bayar Rp 150 ribu, belum termasuk tol. Sementara saya dari Summarecon Bekasi ke rumah saya di Lebak Bulus dengan jarak yang sama (35 KM melalui Tol Lingkar Luar Barat juga dan tol Jakarta- Cikampek) naik Uber Taxi sudah termasuk biaya tol hanya dikenakan Rp 96 ribu!. Belom lagi kalau kita punya Uber Credit Rp 75 ribu kan tinggal motong aja dari biaya tersebut.

5. Ongkos sudah include biaya tol

Seperti yang disebutkan diatas, biaya naik Uber Taxi di Jakarta yang masuk jalan tol tetep macet aja, sudah termasuk tol, jadi ngga perlu bolak balik keluarin uang receh atau kartu eToll buat bayar-bayar tol. Kecuali jika supirnya tidak ada uang tunai mungkin kita harus bayar dulu tapi pastikan di tagihan Uber yang nanti diemailkan ke kita sudah tidak ada lagi biaya tol.

Update per 7 September 2015 ini Uber tidak lagi menyerap biaya tol, jadi penumpang sendiri yg harus bayar tunai semua biaya tol. Saran saya adalah untuk pake/punya kartu e-Toll supaya lebih mudah dan ringkes ngelewatin jalan tolnya.

4. Tidak perlu bayar tunai

Karena semua pembayaran perjalanan dengan Uber Taxi ini menggunakan debet kartu kredit kita, ngga usah bingung cari ATM buat bayar taksinya atau apalagi kalo tanggal tua kayak sekarang nih dimana kartu kredit adalah sohib kita. Jadi yang kita bayarkan sesuai tarifnya, sampe sesen-nya pun, jadi ngga usah bete lagi kalo supirnya ngga punya kembalian, kayak kalau naik taksi biasa kadang saya harus ngerelain sampe Rp 10 rebu semisal naik taksi cuma 40 ribu terus saya bayar pakai Rp 50 ribuan, sering dibilang ngga ada kembalian. Kalau naik Uber Taxi, sesampai tujuan, kita langsung turun aja ngga perlu buka dompet lagi. Kalau ada Supir yang minta dibayar tunai, jangan mau dan laporin aja ya ke Uber Taxi-nya via email. Tapi kalau mau kasih tips ke supirnya tetep harus pakai uang tunai loh ya..tapi tips is not mandatory, tergantung masing-masing aja.

5. Ada Invoice cetak buat reimburse di kantor

Buat yang sering pakai taksi untuk kesana kemari urusan kantor, menurut saya lebih enak pakai Uber Taxi, karena setiap habis naik, kita akan terima email berupa tagihan/invoice berapa yang kita bayarkan (debet kartu kredit kita) lengkap dengan alamat asal dan alamat tujuan kita, jadi pasti ada bukti buat kantor kalau beneran buat operasional kantor (kecuali buat yang sering korup ongkos taksi ke kantor sih ngga bisa yeh pakai beginian).

6. Bisa hemat pakai kredit hingga Rp 75 ribu dan bisa bagi-bagi ke temen-temen kita juga.

Selama masa promo, kita bisa pakai promo code dari temen, atau dari saya nih : UBERUBERAN. Kamu juga akan dapat promo code kamu sendiri kok (tapi ngga bisa dipakai buat akun sendiri, harus buat akun baru orang lain) jadi bagiin promo code kamu juga ke temen-temen supaya selain mereka dapet Uber Credit Rp 75 ribu saat bikin akun Uber Taxi baru, juga setiap ada temen kita yang pakai promo code kita, nah kitanya juga akan dapetin Uber Credit lagi Rp 75 ribu, jadi sama-sama untung kan?. Metode referral yang cerdas.

7. Tidak KENA pembayaran minimum order

Jika biasanya kita pesan taksi lewat telpon atau aplikasi langsung dikenakan pembayaran minimal order biasa kisaran Rp 35-45 ribu tergantung perusahaan taksinya, kalau pesan dengan Uber Taxi tidak ada pembayaran minimum order.

8. Kelihatan berapa banyak armada mobil yang tersedia di sekitar lokasi tempat kita minta dijemput.

MINUSnya pakai Uber Taxi:

1. Nggak bisa melewati 3 in 1 dengan Uber Taxi jika kurang dari 3 penumpang.

Inget ya, tidak seperti taksi pada umumnya, mobil-mobilnya Uber Taxi itu semua adalah mobil sewaan, jadi menggunakan plat hitam, karena bukan kendaraan transportasi umum yang berplat kuning, maka kalau di dalam mobil hanya 2 orang, kita dianggap seperti mobil pribadi dan tidak bisa lewat jalan protokol pada jam berlakunya 3 in 1, jika penumpang hanya berdua (termasuk supir).

2. Nggak ada nomor telpon Hotline.

Mungkin buat yang ngga biasa komplen lewat email atau lebih suka komplen pakai telpon, Uber Taxi ini ngga menyediakan nomor hotline sih. Tapi saya menuliskan komplain via email ke alamat email mereka :receipts.jakarta@uber.com tidak sampai 30 menit sudah dijawab (pembicaraan dalam email menggunakan bahasa Inggris) dan diproses langsung.

3. Biaya parkir nggak termasuk,

Biasanya kalau ke mall/perkantoran walau hanya drop kita di lobby kan tetep harus ambil tiket parkir, jadi siapkan saja uang pas untuk itu.

4. Ada metode kenaikan tarif sesaat.

Bila di suatu area sedang ramai/macet, biasanya tarif yang diestimasikan akan naik mulai dari 1,5 – 3x lipat dari tarif biasanya, tapi kita pilih apakah kita mau ambil aja taksi tersebut walaupun kena tambahan tarif atau kita pilih tunggu hingga tarif kembali normal, nanti aplikasi akan otomatis mengirimkan notifikasi bila tarif normal sudah bisa digunakan kembali.

Kenapa saya sebutkan ini sebagai salah satu poin Minus? karena saya ngobrol dengan salah satu supir Uber taxi yang bilang ternyata banyak supir-supir Uber yang nunggu aja sampai tarif di area tersebut naik, baru mereka terima ordernya, jadi emang sengaja nunggu tarif naik dulu, padahal mereka available sebenernya.

5. Baru ada di Jabotabek dan ketersediaan jumlah mobil di setiap lokasi nggak merata

Paling banyak masih di Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Bandara CGK dan Halim, dengan estimasi waktu penjemputan sejak order kita adalah 10-15 menit.

UPDATE per 29 Mei 2015, Uber Taxi sudah ada di kota Bandung juga, terbatas area Riau, Dago dan Sukajadi

6. Kayanya belum ada regulasi pemerintah

Terkait Uber Taxi ini dan CMIIW, demikian juga dengan perizinannya. Buat referensi, karena tulisan saya bukan iklan, silakan dibaca dulu pemberitaan kontroversi mengenai Uber Taxi di Jakarta ini : Menurut Ahok mengenai Uber Taxi masih beroperasi di Jakarta – Kompas.com 5 Ciri Khas layanan Uber Taxi vs Taksi Biasa – Liputan6.com Pemprov DKI Jakarta gerah karena Uber taxi tidak memiliki izin operasional – Kontan.co.id

Di Eropa, Pengemudi yang kedapatan menggunakan Uber Taxi untuk mengangkut penumpangkena denda EUR 1.000 – Okezone.

Uber claims ” We are not taxi company” – Jakarta Post.

Gimana? masih berani nyoba pake Uber Taxi?, karena saya percaya nasib di tangan Allah, kalau mau celaka jangankan naik mobil Uber, di tempat tidur aja bisa kok ngga ngapa-ngapain tetiba serangan jantung terus tamat riwayat. Jadi selama masih ada Uber Taxi di Jakarta, saya yang udah terlanjur kesengsem ini bakalan naik terus.Kalau masi mau pesan Uber Taxi, lanjut baca lagi deh ya …

Cara Memesan Uber Taxi

Oiya gimana sih caranya pesan Uber Taxi itu?.

— Pertama-tama silakan download Apps-nya tersedia untuk Android ,iOS dan Windows Mobile (BlackBerry?..hem…masih ada yang pakek emang?).

Buat yang mau langsung dapet gratisan Rp 75 ribu yang bisa langsung dipakai buat bayar Uber taxi-nya, silakan pakai kode promo : UBERUBERAN atau klik disini untuk registrasi akun baru Uber Taxi.

— Pada saat registrasi, harus memasukkan nomor kartu kredit, karena semua pembayaran akan didebet langsung ke kartu kredit kita.

— Setelah registrasi biasanya akan dikirimkan link verifikasi ke alamat email yang tadi kita daftarkan, setelah konfirm link tersebut udah deh kita bisa pesen Uber Taxi dari aplikasinya.

1. Pilih mau Uber X atau UberBlack

Tergantung kita mau naik apa sih, keberatan ngga bayar lebih mahal untuk kenyamanan dan gengsi?. Buat yang mau ada meeting dengan bos-bos kliennya mungkin, bisa milih pakai UberBlack biar bisa pakai Camry atau BMW, supaya lebih gengsi aja. Kalau kroco mumet kayak saya mah milihnya Uber X ajah…

2. Pilih lokasi penjemputan.

Lokasi yang sering digunakan bisa kita simpan sebagai Rumah (Home) atau Kantor (Work). Alamat yang digunakan berdasarkan titik GPS yang ada di Google Maps, jadi pastikan alamat tempat kita minta jemput itu benar, dan jangan bergeser dari lokasi sebelum mobil jemputannya datang. Oiya biasanya kita bisa melihat tuh kira-kira ada berapa armada mobil yang tersedia di area kita.

3. Pilih lokasi tujuan kita mau kemana.

Sama halnya dengan lokasi penjemputan, lokasi tujuan juga bisa dipilih kalau di Google Maps terdeteksi alamatnya.

Pilih lokasi tujuan

4. Cek berapa kisaran tarif perjalanan.

Tarif yang disebutkan berupa estimasi, tergantung nanti seberapa padat jalanan dan juga belum termasuk potongan harga jika kita masih punya Uber Credit yang bisa digunakan.

5. Masukkan kode promo

Supaya bisa dapet Uber Credit (potongan pembayaran) langsung hingga Rp 75 ribu. inget ya promo codenya : UBERUBERAN

6. Klik “Request UberX/UberBlack”.

Udah tinggal klik lalu tunggu beberapa saat sampai ada konfirmasi bahwa sudah ada supir yang mengambil order kita, nanti kita akan mendapatkan informasi nama supir beserta fotonya, tipe mobil, nopol mobil, lokasi mobil di peta dan estimasi berapa lama mobil akan tiba di lokasi penjemputan kita.

7. Bisa telpon supirnya dengan menekan tombol “Contact”

semisal ingin lebih menjelaskan posisi penjemputan.

Mengecek lokasi, menghubungi dan melakukan pembatalan order Uber taxi

8. Bisa langsung batalkan pemesanan dengan menekan tombol “Cancel”.

Semisalkan kita ngga jadi naik itu atau misalkan mobil yang datang tidak sesuai keinginan (pengennya naik Alphard, yang mau dateng/ngambil ordernya ternyata Camry misalkan), bisa kok dibatalkan melalui aplikasinya, asalkan sebelum mobilnya tiba. Setelah konfirmasi pembatalan diterima, diulang lagi aja pemesanannya. Update per Juli 2015 : Jika melakukan pembatalan mobil Uber lewat dari 5 menit setelah kamu dapat mobil, maka akan dikenakan biaya pembatalan Rp 30 ribu

9. Selama perjalanan, supir dilengkapi GPS (berupa ponsel)

yang mana kita ngga perlu ikut-ikutan mikir musti lewat mana. Saya ngga tahu apakah semua supir dilengkapi beginian atau ngga, tapi seharusnya iya sih, karena mereka juga harus menggunakan aplikasi dari ponsel tersebut untuk mengambil order kita dan memberikan konfirmasi bahwa kita sudah terjemput ke Uber-nya sendiri.

10. Begitu tiba di lokasi, langsung turun aja, NGGAK PERLU BAYAR DI TEMPAT

ongkos taksi akan di email ke kita, jangan lupa periksa barang jangan sampai ketinggalan, kalau mau kasih tips ke supir ya silakan aja, tapi inget ya jangan bayar ongkos taksinya secara tunai. Nanti akan terima email berupa tagihan berapa ongkos perjalanan kita tadi yang akan didebet langsung dari kartu kredit kita.

Kita juga bisa mengakses berapa ongkos perjalanan kita tersebut dan memberikan penilaian kualitas supir dan mobil Uber taxi yang tadi kita gunakan.

Lalu gimana pengalamannya naik Uber Taxi Jakarta ini?

Selain pengalaman sebelumnya yang ngga ada masalah, ada pengalaman saya kemarin menggunakan Uber Taxi sebenernya cukup nyebelin, sewaktu saya berusaha mengorder, muncul tulisan yang memberitahukan bahwa di area rumah saya tarif buka pintu dan perjalanannya sedang dalam kondisi mahal 3x lipat dari biasanya!. Hal ini terjadi mungkin karena prinsip ekonomi Supply and Demand. Jadilah tarifnya naik.

Ada kisaran 15 menit kemudian baru saya berhasil mendapatkan konfirmasi order saya sudah diterima oleh mobil Innova dengan nopol T xxxx S dan supirnya bernama Rojali. Estimasi waktu dia tiba menjemput saya dirumah adalah 10 menit dan lokasinya dari RS Pondok Indah.

Si supir sempet telpon dan bilang kalau dia ada di perempatan deket rumah saya. Tapi tunggu punya tunggu tetiba kok saya malah dikirimin Invoice dari Uber Taxi yang menyatakan bahwa saya SUDAH NAIK mobil tersebut dan sudah tiba di tempat tujuan sehingga saya harus membayar Rp 20.500 dan karena saya ada promo code dari temen saya naka sejumlah tersebut terdebet dari Uber Credit Rp 75.000 yang baru saya dapatkan!. Saya agak kesal sih si supir itu kok tetiba ngebatalin dan tetep ngecharge bahkan tanpa memberitahu saya lagi.

Namun saya putuskan untuk tetap coba pesan mobil lagi pakai Uber, karena udah nanggung juga pengen tau. Ngga pakai lama, akhirnya saya dapet juga mobil Avanza dengan supir pak Kiky yang dateng 15 menit kemudian. Perjalanan termasuk menyenangkan karena saya bisa nge-charge henpon di mobil, dapet minum Aqua gelas dan pak Kiky juga ramah dan paham jalanan.

Diperjalanan saya sempat kirim email komplen mengenai order saya sebelumnya yang dibatalkan sepihak oleh supirnya, dan langsung dijawab oleh Uber Taxi yang menginformasikan bahwa memang terjadi kesalahan supir dan kredit saya tidak akan terpotong. Cukup responsif karena hanya dalam waktu kurang dari 30 menit email saya sudah dijawab.

Semalam juga pulang dari Bekasi sendirian, saya pesan pakai Uber lagi dan dapatnya Innova (Uber X), estimasi penjemputannya sekitar 20 menit dan waktu perjalanannya 45 menit saja.

TIPS NaiK TAXI Uber

– Sewaktu buka Apps dan mau pesan keluar tulisan “NO CARS AVAILABLE”, tetep aja pesan, karena biasanya tetep kok ada mobil yang terima orderan kita. – Mulai Juni 2015, diberlakukan Charge Rp 30.000 apabila kita pesan, lalu sudah ada mobil yang ngembil order kita tapi lalu kita batalkan (semisalkan karena jaraknya masih kejauhan/kelamaan waktu jemput kitanya), jadi kalau mau batalin lebih baik telpon supirnya dan minta dia yang batalin dari Apps-nya, jangan kita pemesannya. – Saat memesan terutama untuk menuju lokasi yang lumayan dekat/kejauhan/ area yang super macet, jangan masukin Destination/Tujuan kita, karena kadang supirnya nolak untuk anter jika kedekatan/tidak searah dia pulang/area yang macet dsb. – Penumpang juga akan dikasii rating juga oleh pengemudi, jadi jangan jutek atau judes, ajak ngobrol supirnya, kalau jarak tempuhnya jauh mungkin pertimbangkan juga untuk kasih tips. Kalau rating penumpang rendah biasanya akan sulit dapat mobil pesanan.

Buat yang kepengen nyobain, jangan lupa ya pakai kode promo Uber taxi : UBERUBERAN supaya dapet kredit naik Uber gretong senilai Rp 75 ribu cyiinn…hahahaha diulang-ulang yee nulis promo code Uber Taxi gw sampe hapal kan akhirnya?

CATATAN untuk FREE RIDES:

Free ride senilai Rp 75 ribu ini digunakan dalam 1x, jadi semisalkan biaya total perjalanan hanya Rp 45 ribu maka tidak ada kredit/sisa Rp 30 ribu yang tersimpan di akun, melainkan hangus. Sementara kalau biaya perjalanan total Rp 100.000 maka sisa pembayaran Rp 25 ribunya akan di debitkan ke kartu kredit yang sudah didaftarkan di akun Uber kamu.

Website Uber Taxi Jakarta : Uber Taxi Twitter : @Uber_JKT Email Support : support.jakarta@uber.com