Kelompok Syiah Ditangkap, Kapolda: Warga Jangan Terpengaruh

0
27

Kasus Syiah

Kapolda Maluku Utara (Malut) Brigjen Pol Achmat Juri (kiri). (Foto/Dok Polri) Ternate, (Tagar 5/9/2017) – Warga Maluku Utara (Malut) khususnya di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) diminta agar tidak terpancing dengan kasus aliran Syiah di Desa Goro Goro, Kabupaten Halsel.

“Penangkapan kelompok Syiah yang beranggotakan 17 orang warga Goro Goro saat ini sedang ditangani pihak Polres Halsel dan dalam penanganan kasus aliran Syiah ini Polres Halsel akan melibatkan pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Halsel beserta stackholder terkait di Halsel,” kata Kapolda Maluku Utara (Malut) Brigjen Pol Achmat Juri melalui Kabid Humas Polda Maluku Utara (Malut) AKBP Hendri Badar di Ternate, Selasa (5/9).

Dia menjelaskan, untuk kasus dugaan pengeroyokan yang dilakukan oleh tiga orang pengikut Syiah terhadap salah satu warga Goro Goro Musrin Jamaludin pada Sabtu (2/9) akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Aparat kepolisian akan berupayan untuk menghindari tindakan anarkis yang bisa mengganggu keamanan dan ketertiban, sehingga masyarakat diimbau tidak melakukan tindakan anarkis terhadap masalah ini,” ujarnya.

Oleh karena itu, ke depannya jika ditemukan aktivitas Syiah di Malut agar warga yang merasa resah tidak main hakim sendiri alias bertindak anarkis, melainkan melaporkan ke aparat berwenang.

“Kalau di Maluku Utara kan sudah dilarang oleh MUI. Untuk itu imbauan dari Kapolda kepada masyarakat khususnya di Maluku Utara silahkan melapor jangan main hakim sendiri, bisa melapor ke aparat pemerintah desa, Babinsa, koramil supaya diambil langkah pencegahan,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Hasyim H Hamzah mengatakan, pihaknya telah mendapat laporan mengenai adanya kelompok Syiah di Halsel.

“Tentunya kami akan mengambil langkah dengan mengundang pihak terkait yakni MUI, FKUB, tokoh agama, Kesultanan Bacan serta instansi terkait untuk berdialog dengan pengikut Syiah dan rencana dialog akan dilakukan hari ini di kantor Kemenag Halsel,” ujarnya.

Dia menambahkan, dialog ini untuk memastikan kebenaran aliran itu, apakah benar Syiah masuk di desa Goro-goro, siapa tokoh di balik ajaran itu dan apakah ajaranya menyimpang dari ajaran Islam atau tidak, sehingga tidak lagi terjadi masalah hingga mengganggu kamtibmas di daerah ini.

Sebelumnya, aparat Kepolisian Polres Halsel mengamankan sedikitnya 17 pengikut Syiah daerah itu dan akan memproses pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Seorang korban bernama Musrin harus dibawa ke rumah sakit karena diduga membawa faham aliran Syiah. Dari 17 pengikut Syiah yang diamankan masing-masing berinisial SMS, RMS, ST, HH, MB, AY, JK, SM, JU, SM, CU, JB, IL, MB, MA, GK dan SM.

“Memang, untuk pengikut Syiah itu sudah diamankan Polres Halsel untuk diproses lebih lanjut,” kata Kasat Reskrim Polres Halsel AKP Syahrul Hariady di Ternate, Selasa (5/9).

Saat ini, Pemkab Halsel mengantisipasi kemungkinan terjadi gejolak di masyarakat dengan mengambil sejumlah langkah guna meredam masalah tersebut meluas.

Wakil Bupati Halsel Iswan Hasjim ketika dikonfirmasi secara terpisah menjelaskan, pihaknya masih menunggu informasi Kementerian Agama (Kemenag) Halsel untuk mengindentifikasi keberadaan aliran Syiah di desa itu apakah aliran ini sesat atau tidak.

Sehingga, kalau sikap Kemenag menyatakan aliran Syiah sesat, maka tidak dibenarkan berkembang di Halmahera Selatan, tetapi, pemkab akan melakukan pendekatan persuasif dulu, kita luruskan dulu.

“Kalau memang aliran ini dilarang maka kita lakukan penyuluhan terhadap pengikut aliran Syiah untuk kembali bertaubat,” ujarnya.

Bahkan, Pemkab Halsel mengaku menunggu sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) Halsel, apakah keberadaan sejumlah pengikut aliran Syiah yang dievakuasi ke Labuh dan Pemkab melalui Dinas Sosial (Dinsos) akan memberi bantuan makanan dan minuman. (yps/ant) [ YLD ]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here