Kalau Takut Menahan, Mengapa Tidak Mencekal Ahok?

0
29

Kalau Takut Menahan, Mengapa Tidak Mencekal Ahok?Kalau Takut Menahan, Mengapa Tidak Mencekal Ahok?

Memalukan.info – JAKARTA – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta, 19 April, menjadi tajuk utama di sejumlah media massa. Apalagi, ibu kota bakal memiliki pemimpin baru, karena Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengungguli petahana berdasarkan hitung cepat.

Meski demikian, Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), M. Syaiful Jihad, berharap warga tidak larut dalam euforia tak berkesudahan.

“Karena penetapan gubernur dan wagub terpilih dilakukan KPU DKI, 5-6 Mei nanti, jika tidak ada sengketa di MK,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, beberapa saat lalu.

Alasan lain, kata Syaiful, persidangan kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), esok (Kamis, 20/4), dengan agenda pembacaan tuntutan tak kalah epik.

“Selain pemerintah, masyarakat juga menunggu, pasal mana yang akan didakwakan kepada Ahok. Apakah Pasal 156 atau Pasal 156a,” bebernya.

Jika nantinya JPU menuntut petahana dengan Pasal 156a, kemungkinan pemerintah bakal memberhentikan Ahok, karena pidananya di atas lima tahun.

Disisi lain, jebolan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini meminta sikap arif dan ketegasan aparat, baik kepolisian ataupun kejaksaan. Pasalnya, semenjak Ahok menjadi tersangka hingga disidang, dicitrakan mendapatkan perlakuan istimewa.

“Sepanjang sejarah kasus penistaan di Indonesia, baru sekarang ada seorang tersangka, bahkan sudah menjadi terdakwa, masih bebas berkeliaran. Itu tentu menjadi preseden buruk wajah penegakkan hukum kita,” paparnya.

Jika aparat hukum sulit untuk menahan bekas politikus Golkar ini, Syaiful menyarankan dengan nada satir, “Sebaiknya dicekal saja, supaya tidak kabur ke luar negeri.” (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here