Jika Pansus Lemahkan KPK, PAN Tolak

0
14

PANSUS KPK BERTEMU KETUA ICMI PANSUS KPK BERTEMU KETUA ICMIKetua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshidique (kanan) menerima Ketua Pansus Hak Angket KPK Agun Gunandjar (kedua kiri) saat silahturahmi dan kunjungan di Kantor Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jakarta, Kamis (7/9). Pertemuan dalam bentuk silaturahmi tersebut untuk meminta pandangan dan pemikiran ICMI terkait kebijakan pemberantasan korupsi serta keberadaan Pansus Angket dan soal tupoksi serta kewenangan KPK. (Foto: Ant/Reno Esnir). ARTIKEL TERKAIT Agun Gunandjar Ajak KPK Duduk Bareng Buktikan Temuan Pansus Datangi KPK, Masinton Juga Minta Pimpinan KPK Untuk Patuh Bawa Koper Berisi Pakaian, Masinton Datangi KPK Minta Rompi Pinjam Kalimat Aris, Pansus Sebut Sekelompok Orang Ikut Tentukan Kebijakan KPK Dalami Dugaan Pelanggaran Penyidikan di KPK, Pansus KPK Panggil Peradi Jakarta, (Tagar 7/9/2017) – PAN mengklaim sejak awal tidak memasukkan anggota ke Pansus Angket KPK karena berharap Pansus tidak terbentuk. Namun, akhirnya PAN memasukkan anggota di dalamnya dengan alasan untuk interupsi dan memberikan tanggapan.

“PAN memang tetap berkomitmen, sudah kami bahas juga kalau yang melemahkan KPK pasti kami tolak. Namun, yang namanya masalah-masalah di KPK, kita harus akui juga,” ungkap Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (7/9).

Menurutnya, masalah penuntutan dan penyelidikan tetap harus diserahkan kepada KPK. Dia mengkritik pernyataan Ketua KPK Agus Raharjo sebelumnya yang mengancam akan menangkap anggota Pansus KPK.

“Jadi kalau DPR mengundang, KPK datang saja dan sampaikan saja apa mau mereka. Temen-teman wartawan juga ada untuk meliput. Jadi KPK tak perlu. Justru, ini kesempatan bagi KPK untuk menyampaikan berbagai tuduhan-tudahan yang ditujukan kepada Pansus ataupun anggota yang lainnya,” jelasnya.

Dia menegaskan, Pansus KPK bukan untuk melucuti kewenangan KPK, ini dilakukan karena masih ada kekurangan di tubuh KPK. Misalnya seorang yang sudah ditetapkan menjadi tersangka kemudian meninggal dunia, KPK tidak bisa memberi SP3 dan menjadi tersangka selamanya.

“Kita ingin memperkuat KPK. Kita juga harus mengevaluasi KPK, karena KPK juga manusia biasa yang juga silih berganti kepemimpinan dan mungkin stafnya,” pungkasnya. (nhn) [ YLD ]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here