Loading...
Hiburan

Jawaban Mengejutkan dari Nomor Telepon di Buku Harian Kalijodo

Sejumlah pekerja seks komersial di Kalijodo menuliskan kisah hidupnya pada buku harian. Suka dan duka, ratapan dan harapan, tergores di dalam catatan harian itu.
Buku-buku itu bisa ditemukan di kafe-kafe di Kalijodo yang sudah kosong. Catatan itu tercecer bersama barang-barang lain, yang tak sempat dibawa oleh para penulisnya.
Salah satu catatan harian itu berisi angka-angka. Mulai jumlah lelaki hidung belang yang mereka layani, jadwal suntik kontrasepsi, hingga penghasilan mereka.
Selain itu, ada pula catatan nomor telepon. Sama dengan rekap rupiah-rupiah itu, nomor-nomor kontak itu juga tersusun rapi. Jumlahnya banyak.
Sejumlah wartawan yang ingin mewawancara tentang penggusuran Kalijodo menghubungi nomor-nomor telepon itu. Dengan harapan itu adalah nomor salah satu mantan wanita penghibur di Kalijodo.
Nomor dipilih secara acak dari daftar itu. Pilihan pertama, gagal. Nomor tak aktif. Begitu pula pilihan kedua dan ketiga. Baru pada pilihan keempat nomor itu aktif saat dihubungi.
“Halo,” sapa seseorang di ujung telepon. Sepertinya suara perempuan. “Halo,” jawab sang wartawan.
“Ini siapanya?” tanya perempuan itu.
“Ini. Yang dulu dari Kalijodo. Masa lupa sih,” pancing wartawan itu untuk mendekatkan diri melalui obrolan itu.
“Maaf siapa ya? Ini nomor suami saya,” jawab perempuan di ujung telepon itu.
Wanita itu menutup telepon. Pembicaraan pun usai.
Sumber : dream.co.id

About the author

Nina Marliana

Leave a Comment