Jamin Keamanan Penumpang, Uji Coba Kereta Api Bandara 25 November

0
2

Kereta Api Bandara STASIUN KERETA BANDARA SUDIRMAN BARU: Kereta Rel Listrik (KRL) melintasi Stasiun Sudirman Baru yang masih dalam tahap penyelesaian pembangunannya di Jakarta, Selasa (31/10). Stasiun sepanjang 520 meter yang dibangun untuk pemberhentian Kereta Bandara Soekarno-Hatta itu ditargetkan dapat beroperasi pada November 2017. (Foto: Ant/Hafidz Mubarak A) ARTIKEL TERKAIT Tuan Guru Bajang: Sistem Berbasis Syariah Solusi Ekonomi Rakyat Revolusi Media Digital Transportasi Jabodetabek Proyek LRT Longsorkan Area Depan Menara Saidah Kerugian Akibat Kemacetan Ibu Kota Progres Pembangunan DDT Manggarai-Jatinegara Jakarta, (Tagar 6/11/2017) – Uji coba Kereta Bandara Soekarno-Hatta akan dilakukan pada 25 November 2017. “Uji coba kereta bandara melipui uji teknis selama dua bulan. Setelah itu baru dioperasikan secara penuh,” kata Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro di Stasiun Gambir, Jakarta, Senin (6/11).

Menurut Edi, uji coba meliputi aspek teknis seperti track, persinyalan dan termasuk prasarana lainnya untuk menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang.

Ia mengatakan, KAI terus bekerja keras dalam berbagai hal agar uji coba 25 November 2017 dapat dilaksanakan.

“Dari 10 trainset yang disiapkan, sebanyak delapan trainset siap dioperasikan dalam uji coba tersebut. Sedangkan dua trainset lagi segera didatangkan,” ujarnya.

Dalam hal infrastruktur, Edi menjelaskan pembangunan stasiun KA Bandara, Stasiun Sudirman sudah memasuki tahap penyelesaian akhir, temasuk stasiun lainnya menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Ia pun mengkonfirmasi, secara keseluruhan progres pembangunan KA Bandara sudah mencapai lebih 95 persen.

“Permasalahan pembebasan lahan sudah rampung, tinggal pengerjaan fisiknya saja,” tegasnya.

Dari sisi tarif KA Bandara, Edi mengatakan masih terus dikaji kemungkinan di bawah Rp 100.000 per penumpang.

Pemda Jabodetabek

PT KAI Persero juga meminta Pemerintah Daerah (Pemda) di wilayah Jabodetabek untuk ikut menata infrastruktur terkait KRL guna memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.

“Saat ini jumlah penumpang KRL Jabodetabek sudah tembus satu juta penumpang per hari. Pemda harus ikut aktif memberikan solusi mengatasi lonjakan itu dengan melakukan pembenahan infrastruktur,” kata Edi Sukmoro.

Menurut Edi, belakangan minat masyarakat menggunakan KRL semakin tinggi seiring dengan fasilitas dan jangkauan rute perjalanan yang semakin diperluas.

“Dua tahun lalu jumlah penumpang KRL masih berkisar 500.000 per hari. Sekarang sudah melonjak dua kali lipat,” ujarnya.

Namun di sisi lain, peningkatan jumlah komuter tersebut tidak diikuti dengan pembenahan infrastruktur di sekitar stasiun.

Dirut PT KAI mencontohkan, Pemda DKI Jakarta harus menata Stasiun Pasar Senen yang berhadapan dengan Terminal Bus Senen, serta di depan Stasiun Tanah Abang yang sehari-harinya macet karena angkot berhenti sembarangan.

“Pemda DKI harus cepat mengambil langkah konkret agar perjalanan penumpang KRL lebih nyaman ke tempat tujuan setelah turun dari KRL,” ujarnya.

Selain itu, Edi juga mengakui perlunya penataan Stasiun Kampung Bandan.

“Dalam membenahi stasiun tidak harus ‘menang-menangan’, tapi bagaimana Pemprov DKI mampu menyelesaikan berbagai persoalan infrastruktur,” tegasnya.

Selain KRL, Edi mengatakan banyak persoalan yang perlu dikoordinasi dengan dengan Pemprov DKI seperti infrastruktur MRT, LRT, dan Kereta Bandara yang sedang dalam tahap pembangunan.

“Kereta Bandara akan beroperasi akhir tahun 2017. Jalur yang digunakan menggunakan jalur eksisting. Harus juga kami pikirkan agar tidak menganggu perjalanan KRL,” ujarnya.

Menurut Edi, perjalanan Kereta Bandara jangan sampai menganggu perjalanan KRL.

“Jika menunda perjalanan satu rangkaian KRL maka bisa menganggu perjalanan sebanyak 3.000 orang penumpang,” ujarnya.

Edi juga mengakui bahwa KAI terus melakukan perbaikan layanan dengan memperbaiki sistem persinyalan kereta, menambah panjang peron di sejumlah stasiun seperti Stasiun Duri.

“Persinyalan KRL yang sudah berusia tua perlu diremajakan untuk memperlancar perjalanan,” ujarnya. (ant/yps) [ YLD ]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here