Jaksel Marak Penyalahgunaan Narkoba

0
34

Komitmen Pemprov DKI Diragukan


Delapan remaja terjaring dalam operasi cipta kondisi dan razia narkoba Polres Metro Jakarta Selatan. Dalam razia di rumah kos di kawasan Tebet, Jakarta Selatan itu, disita barang bukti sabu, tembakau gorila dan alat hisap sabu, Sabtu (15/7) malam. Kegiatan itu juga menyasar kemungkinan adanya penyimpanan bahan peledak.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Vivick Tjangkung mengatakan, razia di rumah kos di kawasan Tebet, disebar pada 5 titik. “Terjaring ada 8 remaja diamankan dan barang bukti tembakau gorila, sabu dan alat isap sabu, Sabtu (15/7) malam lalu,” ujar Vivick pada wartawan.

Razia gabungan Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan dilakukan bersama dengan petugas BNN. Dengan personil diturunkan 50 orang. Sebelumnya di Wilayah Tebet tersebut, Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap modus baru peredaran narkotika.

Pengedar mengemas barang terlarang itu dalam amplop yang ditempeli brosur klinik kecantikan dan apartemen. Modus ini diketahui setelah polisi menyita 25 paket sabu dari seorang perempuan yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga berinisial AK, 35, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu lalu.

“Awalnya kami hanya menerima informasi adanya transaksi narkoba. Kemudian kami temukan sebuah modus baru dari penggrebekan di kamar kos AK di Tebet. Pelaku mengemas narkoba dengan brosur,” ungkap Vivick Tjankung, beberapa waktu lalu.

Vivick menuturkan, pengedar memasukan sabu kedalam amplop lalu menyelipkan potongan kertas kardus. Selanjutnya, amplop ditutup rapat dan ditempeli brosur klinik kosmetik atau apartemen. Vivick menduga narkoba itu akan dikirim ke luar Jakarta. “Brosur itu ditutup lagi pakai kardus biar tak terlihat masuk X-ray saat dikirim,” tambah dia.

Dari hasil pemeriksaan diketahui, selain untuk kamuflase, penggunaan brosur juga untuk membedakan berat sabu dalam amplop. Untuk amplop berbrosur klinik kecantikan berisi sabu seberat 1 gram. Sedangkan amplop berbrosur apartemen berisi sabu 0,5 gram. Pengakuan pelaku, sabu itu berasal dari Tiongkok.

“Kalau harganya di atas Rp 1,2 juta dikasih tanda yang ada merahnya, yang harganya di bawah Rp 1,2 juta kemasannya yang tidak ada merah-merahnya. Jadi brosur ini memang dikemasnya bagus sekali,” beber Vivick.

Tersangka diketahui sudah terlibat dalam peredaran narkoba selama 6 bulan. AK dijerat dengan Pasal 112 ayat 2 UU Narkotika.

Vivick menambahkan, setiap melakukan transaksi, AK hanya menerima perintah rekannya berinisial B melalui sambungan telepon. AK diminta untuk menyerahkan sabu kepada orang-orang yang sudah lebih dulu diberitahukan oleh B. “Lalu ada orang yang datang, terus dikasih barangnya,” tandas dia.

Di lokasi lain, jajaran Polres Metro Jakarta Selatan menggelar Patroli dan Operasi Cipta Kondisi Gabungan 3 Pilar yaitu Polres, Kodim dan Satpol PP di Wilayah Kebayoran Lama.

Patroli dilaksanakan di lokasi rawan tawuran dan balapan liar di Wilayah pondok pinang dan Jl. Antasari. “Operasi Cipta Kondisi dalam rangka mencegah gangguan Kamtibmas di Wilayah Jakarta Selatan, sasaran dari operasi yaitu senjata tajam, bahan peledak, dan narkoba,” ujar Waka Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Budi Sartono.

Setiap kendaraan yang melintas dilaksanakan pemeriksaan mulai pemilik kendaraan, tas bawaan, kelompok motor serta kendaraan roda 4 diperiksa bagasi sensor dan mobil box hasil operasi cipta kondisi.

Selain itu, diamankan pemotor yang tidak dilengkapi surat kendaraan. Identas anak-anak motor yang diamankan tanpa dilengkapi STNK yakni, Agung Saputra, 22, Cinere, Depok, Gatot Mubarok, 16, pelajar, Kebon Jeruk, Reza Pramudiya Saputra, 15, pelajar, Kebon Jeruk. “Ketiganya di bawa ke Polres Metro Jakarta Selatan untuk dilaksanakan penindakan tilang dan pembinaan,” tukas dia. (gus)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here