Jaksa Sebut Pemenang Tender E-KTP Transfer Uang ke Pengacara

0
8

Pemenang Tender E-KTP

SIDANG KORUPSI KTP ELEKTRONIK: Direktur PT Quadra Solutions Ahmad Fauzi (berdiri) dan Dirut PT Karsa Wira Utama Winata Cahyadi (duduk tengah) menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus korupsi E-KTP dengan Terdakwa Andi Narogong dalam di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (11/9). Para saksi diperiksa untuk mengetahui aliran dana dalam kasus korupsi tersebut. (Foto: Ant/Rosa Panggabean). ARTIKEL TERKAIT Setya Novanto Mangkir, KPK Akan Pelajari Surat Keterangan Sakitnya Dirawat di RS Siloam, Setnov Tidak Penuhi Panggilan KPK Kasus E-KTP, KPK Periksa Dua Saksi Untuk Setya Novanto Kasus E-KTP, KPK Periksa Sekjen DPR Untuk Setya Novanto Setnov Ajukan Praperadilan, MAKI Ajukan Permohonan Intervensi Jakarta, (Tagar 11/9/2017) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menyebutkan, PT Quadra Solution selaku anggota konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) mengirimkan Rp 2 miliar ke kantor pengacara Rudy Alfonso dan rekan.

“Apakah pernah Quadra pada tahun 2013 mengirimkan uang dalam dua kali pengiriman sekitar lebih dari Rp 2 miliar kepada persekutuan Alfonso dan partner?” tanya JPU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiq Ibnugroho dalam sidang di pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (11/9).

“Tidak pernah Pak, tidak tahu saya,” jawab Direktur PT Quadra Solution Achmad Fauzi.

Achmad Fauzi bersaksi untuk Andi Narogong yang didakwa mendapatkan keuntungan 1,499 juta dolar AS dan Rp 1 miliar dalam proyek pengadaan KTP-Elektronik (E-KTP) yang seluruhnya merugikan keuangan negara senilai Rp 2,3 triliun.

Uang itu ditagihkan oleh kantor pengacara Rudy Alfonso dan rekan kepada PT Quadra dan dibayarkan pada periode September-Oktober 2013, sebelum KPK menetapkan tersangka pertama kasus dugaan korupsi E-KTP namun setelah pembayaran dari pemerintah kepada PT Quadra Solution senilai total Rp 1,4 triliun.

“Diingat dulu, ada tanda tangan saksi di sini,” tanya Taufiq.

“Ya tidak apa-apa, silahkan saja tapi tidak pernah, lupa saya, bukan lupa, tidak pernah saya,” jawab Fauzi.

“Apakah pernah ada pemotongan pajak terhadap pengiriman uang kepada Rudy Alfonso?” tanya Taufiq.

“Tidak pernah,” jawab Fauzi.

“Apakah saksi tahu ada hubungan apa persekutuan Alfonso and partner dengan Quadra? Saksi kenal dengan persekuan Alfonso dan partner?” tanya Taufiq.

“Lupa saya Pak Jaksa, tidak mengeri,” jawab Fauzi.

“Kenal dengan Rudy Alfonso dan Samsul Huda?” tanya Taufiq.

“Tidak kenal, tidak mengerti,” jawab Fauzi.

Rudy Alfonso diketahui adalah pengacara Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Sedangkan Samsul Huda juga adalah pengacara Andi Narogong alias Andi Agustinus.

Rudy di dalam Partai Golkar menjabat sebagai Wakil Ketua Mahkamah Partai Golkar sedangkan Samsul Huda menjabat sebagai Anggota Mahkamah Partai Golkar.

Nama Rudy juga sempat dikaitkan dengan kasus E-KTP karena sempat disebut sebagai orang yang merancang agar saksi-saksi mencabut keterangan dalam persidangan dalam sidang anggota DPR dari Fraksi Hanura Miryam S Haryani. (yps/ant) [ YLD ]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here