Inilah Beban Kendaraan yang Boleh Lewat di Jembatan Cisomang

0
33

Inilah Beban Kendaraan yang Boleh Lewat di Jembatan CisomangInilah Beban Kendaraan yang Boleh Lewat di Jembatan Cisomang

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan kalau jembatan Cisomang yang ada pada KM 100+700 ruas tol Purwakarta-Bandung-Cileunyi atau Purbaleunyi telah dapat dilalui semua kelompok kendaraan pada 1 April 2017.


Hanya, operasional itu dibatasi untuk kendaraan dengan berat satu gandar atau satu sumbunya dengan maksimum yaitu 10 ton atau keseluruhan beban kendaraan untuk 5 gandar yakni kelompok V dengan maksimum 45 ton.


Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menuturkan, hal ini adalah referensi dari Komisi Keamanan Jembatan serta Terowongan Jalan (KKJTJ) mengenai pembukaan lalu lintas pada jembatan Cisomang.


” Tanggal 1 April, jam 00. 00 WIB ini kami dapat buka lantaran saya memperoleh referensi dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan untuk sosialisasi buka jembatan, ” kata Menteri Basuki di lokasi Proyek Perbaikan Jembatan Cisomang, Purwakarta, Jawa Barat.


Tetapi, Basuki menyatakan kalau mulai 1 April 2017, semua kendaraan dengan kelompok berat 45 ton ke atas dilarang melewati jembatan itu. Kementerian bekerja sama dengan PT Layanan Marga Tbk bakal memasang alat pendeteksi berat sebelumnya lewat ruang jembatan itu. Alat itu dimaksud Weight In Motion (WIM).


” Ini kami buka untuk semuanya kendaraan, dengan catatan tidak bisa melebihi beban gandarnya 45 ton. Kami bakal amati itu, pakai alat WIM, bila misalnya kesini dia terdeteksi, di KM 72 bakal kami suruh keluar, bila dari Bandung di KM 120 kami suruh keluar, ” tutur dia.


Basuki menuturkan, kementerian juga tengah menggodok ketentuan final dengan Kementerian Perhubungan dan kepolisian. Dalam waktu tidak lama lagi, Basuki bakal mengeluarkan ketentuan bersifat surat ketentuan menteri.


” Nanti SK bakal saya sinyal tangani, pada semua BUJT (Tubuh Usaha Jalan Tol) kami instruksikan untuk monitor jembatan panjang di lokasi semasing, seperti Purbaleunyi ini, Tol Cipali, Semarang, Solo-Bawean, dan Salatiga, ” kata Basuki.


Meski sekian, untuk ketentuan pembatasan berat itu bakal dikoordinasikan selanjutnya dengan Kementerian Perhubungan lewat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dengan menyertakan kepolisian.


” Jadi kami tengah merencanakan dengan Kemenhub, lantaran regulasi di Kemenhub ada di Ditjen Perhubungan Darat, Kementerian PU dan kepolisian bakal membantu membuat, membuat ketentuan itu. Ini bakal kami terapkan, kelak nunggu menhub. Harusnya sih minggu ini, ” tutur menteri PUPR. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here