Indonesia vs Fiji: Penonton Tewas, PSSI Lalai Lindungi Hak Penonton

0
16

Indonesia vs Fiji: Penonton Tewas, PSSI Lalai Lindungi Hak Keamanan Penonton

Indonesia vs Fiji: Penonton Tewas, PSSI Lalai Lindungi Hak Keamanan Penonton. (Foto:Ist) Bekas, (Tagar, 3/9/2017) – Salah satu suporter timnas sepakbola Indonesia tewas saat menyaksikan laga Indonesia versus Fiji di Stadion Patriot Candrabaga, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (2/9). Menurut keterangan PSSI, Korban bernama Catur Yuliantono tewas lantaran terkena petasan. Sejumlah pihak menilai, PSSI dan pihak keamanan pertandingan lalai dalam melindungi hak keamanan dan kenyamanan penonton.

Kronologisya, Catur yang diindentifikasi sebagai warga Duren Sawit itu terkena petasan yang dinyalakan penonton dari tribun, sesaat setelah wasit Spartak Danilenko asal Kyrgyzstan meniup peluit tanda pertandingan berakhir.

Ironisnya, petasan yang dinyalakan dari tribun selatan itu bukannya dinyalakan ke atas malah diarahkan ke tribun timur dan tepat menghantam Catur Yulianto yang saat itu sedang menyaksikan detik-detik akhir pertandingan timnas lawan Fiji. Catur langsung dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Bekasi Barat yang posisinya dekat dari stadion. Namun sayang, dalam perjalanan ke rumas sakit, Catur menghembuskan nafas terakhirnya.

Menurut, Security Officer pertandingan timnas Indonesia vs Fiji, Nugroho Setiawan, orang yang diduga sebagai pelaku sudah diamankan polisi. “Prosedur pengamanan ini sudah sangat ketat. Ini baru sekali terjadi, ini sangat fatal. Kami harus menunggu hasil penyelidikan polisi,” tutur Nugroho.

Sementara itu, Kepala Hubungan Media dan Promosi Digital PSSI Gatot Widakdo, pihaknya akan memberikan santunan kepada keluarga korban. Gatot berharap, PSSI tidak mendapatkan sanksi dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) ataupun Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) akibat hal itu. “Mudah-mudahan tidak sampai ke sana,” tutur Gatot.

Kejadian ini jelas mencoreng nama Indonesia. Sebab, di stadion manapun tidak boleh ada suporter yang membawa petasan. “Petasan diluncurkan dari tribun selatan ke tribun timur, seketika usai pertandingan. Satu orang terkena petasan dan  meninggal dunia,” ungkap Sekjen PSSI, Ratu Tisha di Stadion Patriot Candrabaga, Bekasi, Sabtu (2/9) malam.

Padahal menurut Tisha, pihaknya sudah menerapkan standar keamanan yang tinggi dalam laga persahabatan internasional itu. “PSSI langsung menemani korban dari awal kejadian hingga ke rumah sakit. Kami mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengutuk sikap seperti ini dan semua tindakan yang bisa menghancurkan sepakbola nasional,” tutur Tisha.

Sementara itu, satuan reserse kriminal dan tim identifikasi Mapolrestro Bekasi Kota, Jawa Barat sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengungkap pelaku pemilik petasan nyasar yang menewaskan Catur Juliantono di Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi, Sabtu (2/9) kemarin.

Dari olah TKP tersebut, pihak kepolisian mengaku, menemukan titik terang perihal penyebab kematian korban yang dipastikan akibat petasan yang ditembakkan pelaku dari tribun selatan ke arah tribun timur.

“Kami telah menemukan beberapa ‘cassing hand flare’ (selongsong suar) dan pengaman roket flare dari tribun belakang gawang (sisi selatan),” ungkap Kapolrestro Bekasi Kota Kombes Hero Bahtiar seperti dikutip antara, Minggu (3/9).

Hero mengatakan, pihaknya tengah mengembangkan penemuan barang bukti itu dengan memeriksa dua saksi untuk mengusut tuntas kasus tersebut. “Pelakunya sampai saat ini belum diamankan, penyidik masih menggali keterangan saksi-saksi di lapangan,” tutur Hero.

Lebih lanjut, Hero menuturkan pihaknya akan menangkap pelakunya dan akan diproses sesuai aturan yang berlaku mengingat kejadian tersebut sampai menghilangkan nyawa orang lain. “Pelakunya akan segera kami tangkap dan diproses sebagaimana aturan yang berlaku,” tukasnya. (Agi) [ WWN ]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here