Indikasi Perang Dunia Ketiga: Tiongkok Cegah, AS Provokator Perang Korea

0
22

Presiden Tiongkok Xi Jin Ping, Penguasa Korut, Kim Jong Un, Presiden Korsel, Moon Jae In dan Presiden AS, Donald Trump

Presiden Tiongkok Xi Jin Ping, Penguasa Korut, Kim Jong Un, Presiden Korsel, Moon Jae In dan Presiden AS, Donald Trump. (Foto:Ist) ARTIKEL TERKAIT Jepang ‘Tumbal’ Pertama, Bila Korut dan AS Perang Rudal Beijing, (Tagar 31/8/2017) – Amerika Serikat (AS) menjadi biang keladi alias provokator, bila perang dua Korea di Semenanjung Korea pecah. Buktinya, dua pesawat pembom B-1B Amerika Serikat (AS) dan dua jet tempur F-35B, melayang-layang di langit Semenanjung Korea. Kantor berita Yonhap, melaporkan empat pesawat tempur AS melakukan penerbangan gabungan dengan jet tempur F-15K Korea Selatan, Kamis (311/8) ini.

Pihak AS juga mengumumkan telah menguji coba bom B61-12 yang dikenal sebagai bom berkemampuan super. Hal itu disampaikan badan Administrasi Keamanan Nuklir Nasional (NNSA).

“Bom B61-12, tanpa hulu ledak nuklir, dijatuhkan dari jet tempur F-15E di Tonopah, Test Range, Nevada tanggal 8 Agustus lalu,” demikian bunyi pernyataan NNSA. Bom B61-12 merupakan pengganti bom gravitasi B61, salah satu persenjataan nuklir Angkatan Udara AS. Produksi resmi pertama bom itu dijadwalkan bulan Maret tahun 2020 mendatang, seperti dilansir Mirror, semalam (30/8/2017).




Pentagon juga melakukan provokasi dengan tes rudal balistik SM-6 di lepas pantai Hawaii dari atas Kapal perang USS John Paul Jones. Keberhasilan uji coba rudal balistik jarak menengah Washington itu diumumkan secara resmi Badan Pertahanan Rudal (MDA) AS, Rabu (30/8) kemarin. Menurut Pentagon, uji coba rudal itu sebagai respons atas uji coba rudal balistik Korut, belum lama ini.

”Kapal-kapal jenis BMX Aegis milik AS ditingkatkan kemampuannya untuk mengalahkan rudal balistik Korut,” kata Direktur MDA Letnan Jenderal Sam Greaves.

Di tempat terpisah, Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera, Kamis (31/8) mendesak AS untuk mengerahkan sistem rudal pertahanan Aegis untuk menghadapi ancaman Korut. ”Kami menaikkan tingkat pertahanan rudal Jepang,” kata Onodera.

Saat ini, sejumlah pejabat Jepang mengkhawatirkan keamanan negara dari ancaman rudal Korut dan meminta AS untuk mempersenjatai Tokyo dengan sistem radar dan rudal pertahanan yang kuat, seperti dikutip Reuters, Kamis (31/8). Jepang ingin memiliki sistem pertahanan rudal balistik Aegis (BMD) AS yang berbasis di darat dan segera dapat beroperasi pada tahun 2023 mendatang.




Sementara itu, Pemerintah Tiongkok berusaha keras agar provokasi yang dilakukan AS maupun Korut tidak menyebabkan terjadinya perang. Pernyataan resmi pihak Beijing itu disampaikan juru bicara Kementerian Pertahanan, Tiongkok, Ren Guoqiang dalam konferensi pers bulanan, Kamis (31/8).

Sedangkan, Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan prihatin atas krisis Korea. Juru bicara Kemenlu Tiongkok, Hua Chunying, seperti dikutip Reuters, mengatakan, masalah Korea sangat serius. Pemerintah Tiongkok menyatakan, semua pihak harus hati-hati dalam menyikapi situasi di Semenanjung Korea. “Satu-satunya cara menyelesaikan masalah keamanan di Semenanjung Korea ialah melalui dialog.” kata Hua. (wwn/Reuters/Mirror) [ WWN ]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here