Hobi Konsumsi Junk Food? Ini Bahayanya

0
28

Memalukan.info – Junk food sering diidentikkan dengan makanan cepat saji. Makanan jenis ini umumnya dikonsumsi oleh masyarakat perkotaan yang memiliki waktu terbatas sehingga memilih untuk mengonsumsi makanan instan yang tidak perlu menunggu waktu lama untuk memakannya.

Junk food merupakan jenis makanan yang tidak disarankan untuk dikonsumsi terlalu sering karena makanan jenis ini memiliki kandungan nilai gizi yang minim namun mengandung kalori, lemak, serta gula yang cukup tinggi.

Junk food sendiri seperti telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan yang sangat sibuk dengan aktivitas pekerjaan. Makanan yang termasuk junk food seperti hamburger, hot dog, french fries, minuman bersoda, permen serta berbagai jenis kue yang menggunakan pemanis buatan.

Terlalu sering mengonsumi junk food bisa berakibat kurang baik bagi kesehatan. Sebuah studi baru menunjukkan bahwa jika Anda terlalu sering mengkonsumsi junk food maka hal itu dapat merusak indra penciuman Anda.

Para peneliti dari Florida State University menemukan hubungan antara diet tinggi lemak dan perubahan struktural dan fungsional utama dalam sistem hidung. Percobaan dilakukan pada tikus, dimana setelah tikus diberi diet tinggi lemak kurang, maka mereka hanya mampu mengenali bau sebesar 50 persen.

”Tikus yang terkena diet tinggi lemak hanya memiliki 50 persen dari neuron yang dapat beroperasi untuk mengkodekan sinyal bau,” kata peneliti Dr. Nicolas Thiebaud, seperti dilansir laman Daily Mail, belum lama ini.

Para peneliti saat ini akan mulai melihat apakah olahraga bisa memperlambat dampak diet tinggi lemak pada indra penciuman seseorang. Mereka juga akan menyelidiki apakah diet tinggi gula juga akan memiliki efek negatif yang sama.

Anak-anak umumnya suka dengan junk food atau makanan tidak sehat lainnya. Hal ini perlu menjadi perhatian agar mengonsumsi makanan tersebut tidak menjadi kebiasaan mereka dan berkembang hingga dewasa nanti.

Orang tua bisa sangat berperan dalam hal menghentikan kebiasaan anak mereka mengonsumsi junk food. Salah satu caranya yakni dengan memperkenalkan makanan sehat pada anak sedini mungkin.

Membatasi konsumsi junk food tentu bukan tanpa alasan. Seperti halnya pada orang dewasa, junk food juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan anak. Anak-anak yang secara teratur mengonsumsi fruktosa yang terdapat dalam soda, minuman manis, pizza, makanan asin, biskuit dan yoghurt mungkin rentan terhadap penyakit hati/liver.

Menurut sebuah studi yang dipimpin peneliti dari Rumah Sakit Bambino Gesu di Italia, diet fruktosa meningkatkan serum konsentrasi asam urat. Kedua konsentrasi asam urat dan konsumsi fruktosa akan meningkat pada non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD), suatu kondisi di mana lemak secara ekstra terakumulasi dalam sel-sel hati pada orang yang minum sedikit atau tidak ada alkohol sama sekali.

”Adalah masuk akal bahwa asupan fruktosa dari makanan dan konsentrasi asam urat merupakan faktor-faktor risiko potensial untuk pengembangan penyakit hati pada NAFLD,” kata peneliti Valerio Nobili, seperti dilansir laman India Times, Rabu (29/3).

Hal ini diperkirakan memengaruhi hingga 9,6 persen dari semua anak-anak dan 38 persen dari anak-anak dengan obesitas di seluruh spektrum penyakit hati, termasuk NASH (didefinisikan sebagai non alkoholik steatohepatitis).

Meskipun NASH adalah bentuk yang kurang agresif NAFLD, mereka bisa berkembang menjadi fibrosis parah dan sirosis, dengan perkembangan karsinoma hepatoseluler pada orang dewasa. Temuan ini menunjukkan bahwa konsumsi fruktosa secara independen berdampak pada asam urat tinggi yang terjadi lebih sering pada pasien dengan NASH. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here