Hemas – OSO Terus Memanas

0
21

Memalukan.info – Konflik internal soal pimpinan DPD RI nampaknya akan semakin panjang. GKR Hemas-Farouk Muhammad Cs terus berupaya menjegal kubu Oesman Sapta Odang (Oso) menguasai DPD RI. Hal tersebut nampak terlihat pada pembukaan masa sidang ke IV paripurna ke X di Gedung Nusantara V, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/4).

Pantauan, sejumlah senator kubu GKR Hemas-Faouk Muhamad sebelum dibukanya Sidang Paripurna menghujani interupsi meminta klarifikasi tentang pengambilan sumpah pemimpin baru DPD RI yakni, diketuai Oso dan didampingi Nono Sampono serta Darmayanti Lubis oleh Mahkamah Agung (MA), pekan lalu.

Informasi, interupsi diawali senator asal Provinsi Riau, Intsiawati Ayus. Ia meminta agar para anggota DPD berkumpul tak hanya di rapat paripurna DPD, tetapi juga di forum khusus DPD lainnya. Tujuannya agar semua persoalan internal DPD bisa terselesaikan dengan baik. “Mari kita selesaikan, kita harus pastikan kepada rakyat Indonesia agar ke depannya nanti tidak ada persoalan,” ucap Ayus.

Belum selesai Ayus bicara, interupsi kembali muncul dari para anggota lainnya dan saling sahut tak terhindarkan. Suasana pun menjadi riuh oleh masing-masing anggota yang bicara. Senator asal Jambi, Juniwati juga angkat bicara dan meminta pimpinan DPD untuk mendengarkan aspirasi anggota DPD lainnya. “Interupsi pimpinan mohon dengarkan aspirasi anggota lainnya, persoalan ini harus selesai dahulu,” tukasnya.

Pernyataan tersebut dibalas oleh interupsi peserta rapat paripurna DPD lainnya. “Pimpinan, pimpinan, ini sidang belum dimulai pimpinan, lanjut dulu pimpinan,” kata salah satu anggota DPD lainnya.

Lantaran tak terkendali, Oso pun kemudian meminta para anggota menyampaikan aspirasinya di dalam sidang. Namun, sejumlah anggota DPD tak kunjung berhenti interupsi hingga semakin ricuh.

Barulah setelah dilantunkan lagu Indonesia Raya, suasana rapat DPD menjadi lebih kondusif. Usai lagu Indonesia Raya selesai, interupsi para anggota kembali mewarnai situasi rapat. Pimpinan rapat, Oso pun menskors rapat lantaran jumlah anggota belum cukup memenuhi korum.

Setelah skors dibuka kembali, suasana riuh tak juga berhenti. Oso memotong interupsi para anggota DPD yang tengah berbicara. “Nanti, nanti akan diberikan waktu untuk memberi aspirasi,” tandasnya.

Namun, hal itu tidak membuat anggota DPD yang interupsi tersebut berhenti dan seakan menjadi-jadi. Hal ini ditambah anggota DPD lainnya yang tidak sependapat dengan pernyataan pimpinan DPD. Menyikapi agar kegaduhan tidak terdengar keluar ruangan, Oso selaku pimpinan sidang memerintahkan pengeras suara meja para anggota DPD RI dimatikan.

Tak terima, dua anggota DPD RI dari Sulawesi Tengah dan Jambi Nurmawati dan Juniwati langsung maju ke depan meja pimpinan yang diikuti sejumlah anggota DPD lainnya dengan membawa sejumlah poster dan spanduk bertuliskan ‘Sipur 4 April Inkonstitusional’ ‘Pimpinan DPD RI Wajib Taat Hukum, Tolak Pimpinan Ilegal dan Tolak Premanisme’. (ton)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here