Hanura Tak Kompak Sikapi Miryam

0
33

Memalukan.info – Partai Hanura terlihat tak kompak dalam menyikapi dan menindak Miryam S Haryani selaku kadernya yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus e-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya, satu sisi menyatakan anggota Komisi II DPR RI itu diberhentikan dari partai dan disisi lain masih menunggu sampai hakim ketuk palu memvonis bersalah.

Wakil Ketua Partai Hanura, Nurdin Tampubolon mengutarakan, berhubung KPK telah menetapkan Miryam S Haryani sebagai tersangka dugaan memberi keterangan tidak benar atau keterangan palsu. Partai Hanura sebagai partai yang menaungi anggota Komisi II DPR RI itu langsung mengambil tindakan tegas. “Kita akan follow up. Kalau berdasarkan AD/ART kita, ya dia diberhentikan,” ungkapnya kepada wartawan saat dihubungi, Rabu (5/4).

Ketua Fraksi Partai Hanura DPR RI itu mengaku, dirinya baru mendengar kabar penetapan tersangka Miryam. Oleh sebab itu partai besutan Wiranto itu akan mengadakan rapat dengan berpegang pada AD/ART. “Saya kira tidak ada bantuan hukum yang diberikan, sesuai AD/ART,” tegasnya.

Sementara, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Hanura, Syarifuddin Sudding mengatakan, pihaknya belum memberikan tindakan kepada Miryam selaku kader Hanura. Pasalnya, hanura masih komitmen menggunakan azas praduga tak bersalah dalam kasus dugaan korupsi e-KTP itu. “Nantilah bila telah ada putusan hakim dan divonis bersalah baru kita (Hanura, red) ambil tindakan,” imbuh Wakil Ketua MKD DPR RI itu saat dihubungi, Rabu (5/4).

Namun, lanjutnya, bila belum terbukti bersalah Miryam masih tetap sebagai kader Partai Hanura dan akan dibantu sesuai porsi. “Apabila terbukti bersalah bukan hanya dipecat dari partai tapi dipecat dari anggota DPR,” pungkas Sudding. (ton)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here