Hadapi Ancaman Demam berdarah di Musim Kemarau, Konsumsi Ekstrak Daun Pepaya

0
25

daun pepaya

Kementerian Kesehatan meminta masyarakat saat musim kering ini mewaspadai penyakit yang dipicu oleh nyamuk. “Musim kering seperti ini nyamuk senang sekali. Kita minta masyarakat mewaspadai penyakit demam berdarah, malaria,” kata Menteri Kesehatan Nila Moeloek di Jakarta, Sabtu (8/8/2015).

Dikatakannya, saat akses air bersih hilang maka akan menggunaakan air minum tidak steril. Ini bisa memicu daya tahan turun sehingga penyakit seperti tuberkolosis bisa kambuh.

“Juga kotornya air yang dikonsumsi kotor menyebabkan masyarakat jadi rentan mengalami diare. Ini yang kami khawatirkan,” kata Nila. Kementerian Kesehatan akan memberikan bubuk penjernihan air di lingkungan keluarga. Lokasinya di mana saja sedang dibahas.

Kekeringan juga akan memicu masyarakat akan kekurangan gizi. “Kami juga akan memberikan makanan tambahan,” katanya.

Untuk mencegah penyakit demam berdarah dan malaria ini, masyarakat diminta untuk melakukan tindakan preventif dengan mengkonsumsi  sayur daun papaya, karena tumbuhan ini efektif untuk mengatasi penyakit demam berdarah.

Malaysia yang juga sedang mengalami  kekeringan yang sama dengan berbagai wilayah di tanah air kini justru tengah sibuk berkampanye tentang pentingnya mengkonsumsi daun papaya ini. Untuk lebih memudahkan masyarakat, Malaysia sudah membuat industry obat khusus berbahan dasar daun papaya, dengan mengubah ekstrak daun itu diubah menjadi pil atau kapsul.

Obat itu sudah dikampanyekan dan diedarkan di sejumlah rumah sakit di negara itu. Bagi anak-anak, ada pula ekstrak daun papaya dalam bentuk cair.

Malasysia juga merekomendasikan agar para turis yang datang ke negara itu untuk mengonsumsi eksrak daun papaya demi melindungi mereka dari ancaman penyakit demam berdarah dan malaria. – Met