GPN Etape Menoreh Padukan Gowes dengan Jalan Sehat

0
26

Kemeriahaan Gowes Pesona Nusantara (GPN) etape Menoreh

Kemeriahaan Gowes Pesona Nusantara (GPN) etape Menoreh. (Foto:Ist)


Kulon Progo, (Tagar, 3/8/2017) – Gowes Pesona Nusantara (GPN) sudah memasuki etape Menoreh. Berlangsung di alun-alun Wates, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, Minggu (3/9), GPN kali ini tidak kalah menarik seperti GPN di etape sebelumnya. Uniknya, pada GPN kali ini pihak penyelenggara memadukan aktivitas bergowes dengan jalan sehat.

Tidak hanya itu, GPN kali ini juga tak hanya olahraga yang ditonjolkan, namun sektor lainnya juga muncul seperti budaya setempat, adanya perputaran roda perekonomian lantaran banyaknya stand-stand produk lokal yang berjejer memenuhi lapangan serta berbaurnya semua lapisan masyarakat.

Bahkan, prosesi penyerahan tanah dan air pun dibalut dengan kebudayaan. Sebanyak 13 dayang beserta satu Manggalayudha memasuki area acara diiringi musik gamelan sekaligus melakukan tarian sambil membawa tanah dari 12 Kecamatan yang ada di Kabupaten Kulon Progo serta air suci yang diambil dari Sendang Kawidodaren. Secara simbolis, Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo menyerahkan tanah dan air itu kepada Deputi Pembudayan Olahraga Raden Isnanta, untuk di bawa ke Magelang dijadikan satu dengan daerah lainnya pada Monumen Tanah Air Nusantara di kawasan Gunung Tidar.

Bupati Hasto Wardoyo mengatakan bahwa kegiatan Gowes Pesona Nusantara ini besar maknanya, lantaran bisa menghidupkan partisipasi masyarakat untuk olahraga kemudian menimbulkan satu kebersamaan. “Bagi kami ini merupakan perhelatan Gowes yang agung, karena memiliki makna yang besar sekali. Secara filosofi event Gowes Pesona Nusantara ini memiliki tujuan positif dengan disatukannya tanah dan air disetiap daerah, sehingga mempererat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tutur Bupati Hasto Wardoyo, Minggu (3/9).

Disisi lain, Deputi III Kemenpora Bidang Pembudayaan Olahraga, Raden Isnanta mengaku bangga dengan penyambutan Gowes Pesona Nusantara oleh pemerintah Kabupaten Kulon Progo yang diiringi dengan prosesi tradisional serta masyarakat yang ikut mengiringi pegowes dengan bersepeda. “Kabupaten Kulon Progo ini merupakan Kabupaten yang memasuki etape terakhir. Disini diselenggarakan acara tradisional, serta banyak masyarakat datang ke alun-alun, yang mengindikaksikan bahwa masyarakat Kabupaten Kulon Progo gemar bersepeda, karena dengan bersepeda menjalin semua lapisan masyarakat,” tutur Raden Isnanta. (Agi)



[ WWN ]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here