Golkar Ingin Parpol Satu Suara Soal Ambang Batas

0
29

Memalukan.info – Partai Golkar tengah menghimpun partai politik (parpol) yang memiliki kursi di DPR RI agar satu suara. Tujuannya, menggolkan kenaikan ambang batas parpol masuk parlemen atau parliamentary threshold (PT) pada 2019.

Pasalnya, Pansus RUU Penyelenggaraan Pemilu DPR RI dalam waktu dekat akan melakukan votting dalam menentukan hal tersebut.

Ketua Pansus RUU Penyelenggaraan Pemilu DPR RI, Lukman Edy mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pengambilan keputusan isu krusial. Pengambilan keputusan menggunakan metode voting.

“Kita rencanakan 29 April pengambilan keputusan terhadap isu krusial. Jadi voting nya itu tanggal 29,” ungkap Lukman kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (25/4).

Isu krusial yang divoting, sambung politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, adalah sistem pemilu, ambang batas parlemen atau PT dan ambang batas presidensial.

“Terbuka atau tertutup karena ada usul pemerintah. Lalu, parliamentary threshold antara 3,5 atau 5 persen. Selanjutnya presidential threshold antara tetap 20 atau nol persen,” sambung Lukman.

Sementara, sambung dia, untuk ambang batas kursi caleg per dapil, hampir seluruh fraksi menyepakati di angka 6-10. “Jumlah kursi caleg per dapil itu dominan 6-10,” tegas Lukman.

Dalam kesempatan itu, Lukman menuturkan, pihaknya meminta waktu kepada pimpinan DPR untuk memperpanjang pembahasan RUU Pemilu. Dia menargetkan tanggal 18 Mei RUU Pemilu disahkan di rapat paripurna.

“Tadi pimpinan mengizinkan menggunakan masa reses untuk digunakan rapat tim perumus. Nanti pas tanggal 18 paripurna bisa langsung pengambilan keputusan. Jadi ditunda 2 minggu,” imbuh dia.

Juru Bicara Partai Golkar Nurul Arifin mengutarakan, partainya menyatakan siap kompromi dengan parpol lain dalam menentukan PT. ?Golkar akan melihat dinamika pembahasan antar fraksi terkait aturan tersebut. “Masih lihat perkembangan. Belum final namun kita akan himpun parpol agar satu suara,” tandasnya kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (25/4).

Ia menjelaskan, keinginan Golkar selama ini adalah PT dinaikan dari angka 3,5 persen. Tujuannya, untuk penyederhanaan parpol dan memperkuat sistem presidensial. Ada beberapa parpol yang tidak setuju dengan usulan Partai Golkar. “Golkar siap berdiskusi untuk mencari angka yang pas. Namun, Golkar berkeinginan angkanya tidak berada dibawah 3,5 persen,” jelasnya.

Terkait sistem pemilu, Nurul menjelaskan, Golkar siap berdiskusi dengan parpol lain. Selama ini, Golkar mendorong agar digelar sistem pemilu proporsional tertutup. Nurul menegaskan, pihaknya berpandangan PT tetap dibutuhkan supaya tidak semua parpol bisa mencalonkan presiden (capres) maupun calon wakil presiden (cawapres).

Selain itu, agar capres dan cawapres yang muncul tidak terlalu banyak. “Kami masih menginginkan adanya PT. Kalau yang ikut pemilu 20 partai, masa ada 20 capres. PT supaya ringkas,” kata Nurul. (ton)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here