Gelar Nobel Terancam Dicopot, Suu Kyi Gagal Tekan kekerasan di Rakhine

0
5

Aung San Suu Kyi Aung San Suu Kyi. (Foto:NPR) ARTIKEL TERKAIT Kekerasan Memuncak! Ultra-Nasionalis dan Biksu Radikal Serang Pengungsi Rohingya Myanmar Bisa Jadi ‘Suriah Kedua’, Jihadis Internasional Bersatu Brutal! Milisi ARSA Bunuh Warga Hindu, Ada Kuburan Massal Perempuan Pengadilan Internasional: Myanmar Lakukan Genosida, Adili Jenderal Min Aung Hlaing Kesehatan Pengungsi Rohingya Terancam, PM Banglades Desak PBB London, (Tagar 2/9/2017) – Gelar Nobel yang disandang penguasa defacto Myanmar, Aung San Suu Kyi terancam dicopot. Sejumlah mahasiswa di Universitas Oxford, Inggris, tempat Suu Kyi menyelesaikan studinya, telah menurunkan potret pemimpin Myanmar itu yang dipajang di kampus.

Suu Kyi dinilai gagal menyelesaikan konflik terhadap etnis Rohingya, di Rakhine, Myanmar utara. Foto Suu Kyi yang sebelumnya terpampang di pintu masuk utama sekolah tinggi St Hugh College, langsung dicopot dan diganti oleh lukisan pemberian seniman Jepang, Yoshihiro Takada.

Suu Kyi lulus tahun 1967 dalam bidang politik, ekonomi dan filsafat di St Hugh’s. Tokoh Myanmar ini menyelesaikan gelar masternya di bidang politik tahun 1968.

“Kami ganti foto Suu Kyi dengan lukisan untuk sementara waktu,” begitu bunyi statemen resmi kampus Oxford, seperti dilansir Channel News Asia (30/9). Sejumlah pihak menduga penurunan itu terkait karena gagalnya Suu Kyi menekan tindak kekerasan di Rakhine.

Sebelumnya, Pemerintah Inggris mendesak Suu Kyi untuk segera menghentikan kekerasan di Rakhine. Sedangkan menurut PBB, kekerasan di Rohingya telah menunjukkan  bahwa tindakan militer Myanmar yang bekerja sama dengan kelompok Budha garis keras sebagai bentuk genosida.(wwn/DBS)

  [ WWN ]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here