Donald Trump ‘Biang Keladi’ Perang Korea, Indonesia Harus Segera Bersikap

0
30

semestinya Menlu Retno juga menekan presiden AS, Donald Trump untuk tidak membalas tindakan Korut dengan tindakan provokatif lainnya. Artinya, Menlu Retno juga harus berimbang dalam menengahi konflik yang semakin memanas antara Korut dan AS. Semestinya Menlu Retno juga menekan presiden AS, Donald Trump untuk tidak membalas tindakan Korut dengan tindakan provokatif lainnya. Artinya, Menlu Retno juga harus berimbang dalam menengahi konflik yang semakin memanas antara Korut dan AS. (Foto:Ist) ARTIKEL TERKAIT Korut Mampu Lawan Sanksi PBB, Pakai Rekening Diplomatnya Di Luar Negeri AS Diambang Kehancuran, Nuklir Pukguksong-1 Korut Tak Terdeteksi Washington Tak Sepakat Sanksi Korut: Tiongkok dan Rusia Latihan Perang, AS Cemas Berat 6 Menit Usai Korut Luncurkan Rudal IRBM, Korsel Tembakkan Rudal Hyunmoo-2 Siaga Perang! Korut Luncurkan Rudal IRBM, Amerika, Australia dan Jepang Kelabakan Jakarta, (Tagar 19/9/20170) – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump merupakan ‘biang keladi’ bila perang Korea pecah. Indonesia harus segera bersikap dan bertindak, kalau tidak ingin kawasan Asia menjadi ladang perang antara AS dan Korea Utara (Korut).

Sebelumnya, Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley, sudah memperingatkan, Korut akan dihancurkan jika terus meluaskan program senjata nuklirnya karena mengancam Washington dan sekutu-sekutunya.

“Amerika Serikat dan para sekutunya akan menghancurkan Korea Utara dengan cara apapun, kita semua tahu itu,” kata Haley, seperti dilansir Asia Correspondent, Senin (18/9). Namun, menanggapi ancaman AS itu, Korut tak peduli. Bahkan, pihak Pyongyang akan menjalankan program nuklirnya walaupun dikenai sanksi PBB.

Sementara itu, mengetahui negara koalisinya mendapat sanksi dari AS dan PBB, Tiongkok dan Rusia Langsung melakukan latihan perang bersama sebagai simbol ketidakberpihakan mereka terhadap sanksi PBB yang diberikan ke Korut.

Perang Korea kemungkinan besar akan terjadi, buktinya, baru-baru ini enam menit usai Korea Utara (Korut) meluncurkan rudal balistik jarak menengah IRBM dari wilayah Sunan, pekan lalu, otoritas resmi militer Korea Selatan (Korsel) langsung membalas dengan menembakkan dua rudal Hyunmoo-2 ke udara dari sebelah timur, Seoul yang dekat dengan perbatasan Korut, seperti dilansir kantor berita Korsel, Yonhap News Agency, Jumat (15/9).

Menyangkut uji coba rudal Korut ini, Presiden AS, Trump bukan meredakan suasana, malah mengancam akan memutus hubungan perbankan dan sistem finansial, dengan mitra dagang Korut yaitu Tiongkok. Selain itu, Washington juga akan menghalangi negeri tirai bambu itu untuk mengakses sistem dolar Amerika dan internasional, kalau Tiongkok tidak mendukung sanksi baru yang dijatuhkan PBB kepada Korut. Hal itu dikatakan, juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, Selasa (12/9) lalu.

Bahkan, Presiden Trump, sudah mempertimbangkan serangan militer ke Korut. Menurut Trump, jika itu sampai terjadi, maka akan menjadi hari terburuk bagi warga di Asia. Hal itu disampaikan Trump di Gedung Putih, Kamis, (7/9).

“Serangan militer AS tidak bisa terelakkan. Ini akan menjadi hari yang sangat menyedihkan bagi Korea Utara,” kata Trump. Dalam kesempatan itu, Trump menyatakan, dirinya tidak punya waktu berdiskusi dengan penguasa Korut, Kim Jong Un, walaupun sejumlah stafnya di Gedung Putih masih berharap ada dialog antara Trump dan Jong Un.

Di tempat berbeda, Pemerintah Indonesia melalui Menlu, Retno Marsudi mengecam seluruh aktivitas uji coba nuklir yang dilakukan Korut. Untuk itu, Menlu Retno mengatakan Uji coba rudal balistik Korea Utara (Korut) yang melintasi langit Hokkaido, Jepang, Selasa (28/8) lalu segera dibahas dalam sidang majelis umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, September ini. Hal itu ditegaskan Menlu RI, Retno Marsudi di kompleks Istana Kepresidenan RI, Rabu (29/8) lalu.

Menurut Retno, tindakan Korut meluncurkan rudal balistiknya, telah melanggar resolusi DK PBB No 2270 (2016), 2321 (2016), 2356 (2017) dan 2371 (2017). Retno menambahkan, Indonesia selalu konsisten dan tidak ingin melihat satu negara secara terus-menerus melanggar resolusi DK PBB.

Seperti diketahui, Indonesia mengecam keras rudal balistik Korut yang meluncur cepat di langit Hokkaido, Jepang, Selasa (28/8) Pagi, pukul 06.00 waktu setempat. Retno mengungkapkan, rudal Korut telah melewati kawasan udara negara lain dan bisa membahayakan jalur penerbangan.

Namun, semestinya Menlu Retno juga menekan presiden AS, Donald Trump untuk tidak membalas tindakan Korut dengan tindakan provokatif lainnya. Artinya, Menlu Retno juga harus berimbang dalam menengahi konflik yang semakin memanas antara Korut dan AS. (wwn/DBS) [ WWN ]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here