Dokter RS Premier Jatinegara Perkirakan Setnov Dapat Diperiksa KPK

0
26

Tuntut Penahanan Setnov TUNTUT PENAHANAN SETNOV: Peserta aksi yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi membawa poster bergambar Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) ketika melakukan aksi di depan Gedung KPK, Jakarta, Kamis (14/9). Mereka mendesak KPK untuk menahan Setya Novanto yang diduga terlibat dalam kasus megaproyek E-KTP. (Foto: Ant/Wahyu Putro A). ARTIKEL TERKAIT Pemerintah Pastikan Blanko E-KTP Aman Hingga 2018 KPK ke Rumah Sakit Cek Kondisi Setnov Setnov Tidak Penuhi Pemeriksaan KPK Hari Ini Diperiksa KPK, Setnov Belum Kasih Kabar Setnov Mangkir, Tokoh Lebak ‘Turun Gunung’ Katakan Ini Jakarta, (Tagar 19/9/2017) – Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) menurut perkiraan dokter yang menangani tersangka kasus korupsi E-KTP ini di Rumah Sakit (RS) Premier Jatinegara, Jakarta Timur, dapat diperiksa KPK.

Sebelumnya, tim penyidik dan dokter KPK sudah mendatangi Setya Novanto dan dokter yang merawatnya di Rumah Sakit Premier Jatinegara pada Senin (18/9).

“Dokter KPK juga menanyakan apakah pasien (Setya) bisa dilakukan pemeriksaan. Kami bertanya kepada dokter spesialis jantung yang menangani Setya Novanto dan kemudian dijawab bahwa pemeriksaan diprediksikan bisa dilakukan, namun harus melihat perkembangan kondisi sampai besok Rabu (20/9),” kata Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Selasa 19/9).

Lebih lanjut Febri menyatakan, saat mengecek kondisi Setya Novanto di Rumah Sakit Premier Jatinegara, tim dokter KPK berkoordinasi dengan dokter di rumah sakit tersebut.

Kemudian, kata dia, tim dokter KPK meminta beberapa informasi dan keterangan terkait dengan informasi-informasi medis yang berhubungan dengan Setya Novanto.

“Jadi, secara umum memang sudah dilakukan tindakan pemeriksaan jantung dan juga pemasangan ring terhadap pasien dan disampaikan juga oleh dokter pemasangan ring tersebut berjalan secara baik. Setelah itu pasien harus beristirahat terlebih dahulu di salah satu ruangan,” kata Febri.

Selain itu, kata dia, tim dokter KPK juga melihat Setya Novanto sedang istirahat di ruangan itu dan tidak menggunakan infus ataupun oksigen.

“Informasi yang kami dapatkan saat istirahat tidak menggunakan infus ataupun oksigen, istirahat itu dibutuhkan untuk melihat apa akibat dan efek-efek pascatindakan medis dilakukan,” ucap Febri.

Sebelumnya, Setya Novanto dua kali tidak hadir untuk diperiksa KPK sebagai tersangka pada Senin (11/9) dan Senin (18/9) dikarenakan sakit. KPK telah menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan KTP berbasis nomor induk kependudukan secara nasional (E-KTP tahun 2011-2012 pada Kemendagri pada 17 Juli 2017. (yps/ant) [ YLD ]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here