Ditanya Pertemuan Bicarakan ‘Fee’, Sandiaga: Nauzubillahminzalik Tidak Pernah

0
17

Sandiaga Bersaksi di Tipikor

Sandiaga dan Angelina Bersaksi di TipikorWakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno (kiri) dan Mantan Anggota DPR dari Fraksi Demokrat Angelina Sondakh (kanan) bersiap untuk bersaksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan alkes RS Khusus Pendidikan Kedokteran di Universitas Udayana dan kasus proyek Wisma Atlet Palembang dengan terdakwa Dudung Purwadi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (30/8). Sidang tersebut beragenda mendengar keterangan saksi-saksi. (Foto: Ant/Akbar Nugroho Gumay). ARTIKEL TERKAIT Sidang PT DGI, Sandiaga Menjawab ‘Tidak Hafal’ ‘Tidak Tahu’ Penyuap Patrialis Divonis Lebih Rendah Dibanding Tuntutan Jaksa Politikus Golkar Dituntut Lima Tahun Penjara, Apa Kesalahannya? Penuhi Amanat Almarhum Bapak, Fahd Kembalikan Semua Uang Korupsinya Tidak Dibantu Saat Dipenjara, Fahd: Saya Hancurkan Priyo di Golkar Jakarta, (Tagar 30/8/2017) – Menjawab pertanyaan majelis hakim, Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno membantah adanya pertemuan dirinya dengan mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum, mantan bendahara umum Muhammad Nazaruddin ,dan bekas Direktur Utama PT Duta Graha Indah Dudung Purwadi membicarakan “fee”.

“Apakah saudara pernah bertemu dengan Nazaruddin, Anas Urbaningrum, terdakwa di Ritz Carlton karena di sini ada keterangan kira-kira begini dialognya ‘Bahwa PT DGI akan siap memberikan ‘commitment fee’ 20-22 persen dari ‘real cost’ kontrak yang diterima PT DGI dan nanti PT DGI akan mendapatkan untung laba dari masing-masing proyek minimal 15 persen’, apakah pernah?” tanya anggota majelis hakim Sofialdi dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (30/8).

“Nauzubillah min zalik, tidak pernah,” jawab Sandiaga Uno selaku mantan Komisaris PT DGI yang menjadi saksi dalam sidang tersebut.

Sandiaga bersaksi untuk terdakwa mantan Direktur Utama PT DGI Dudung Purwadi yang didakwa telah menguntungkan PT DGI sebesar Rp 67,496 miliar dari dua proyek. Yaitu pembangunan RS khusus infeksi dan pariwisata Universitas Udayana tahun anggaran 2009 sebesar Rp 6,78 miliar dan 2010 sebesar Rp 17,998 miliar serta Wisma Atlet dan gedung serba guna Sumatera Selatan tahun 2010-2011 sebesar Rp 42,717 miliar.

“‘Kan apa yang dikatakan Nazaruddin biasa benar, jadi saudara menerangkan bahwa saudara tidak terkait apapun tentang proyek karena posisi saudara hanya komisaris, betul?” tanya hakim Sofialdi.

“Betul,” jawab Sandiaga.

Namun Sandiaga yang menjadi komisaris PT DGI pada 2007-2015 itu mengaku mengenal Anas Urbaningrum.

“Saya kenal Anas dari anggota kepemudaan sebelum menjadi anggota DPR karena sama-sama aktif dalam pergerakan kepemudaan,” ungkap Sandi.

Ia juga membantah pernah bicara soal bisnis dengan Anas seperti berita acara pemeriksaan (BAP) milik Nazaruddin.

“Beberapa kali bertemu Anas di acara kepemudaan tapi tidak pernah dalam acara bisnis apalagi bicara dalam kapasitas beliau posisi pengambil keputusan,” kata Sandi.

Meski menjadi komisaris, dia mengaku tidak pernah memiliki satu lembarpun saham PT DGI.

“Tidak punya selembar sahampun karena saya menjadi komisaris karena ajakan Prof Subroto selaku mantan menteri era Soeharto. Saya diundang sebagai orang yang tahu pasar modal, keuangan dan investasi,” ungkap Sandiaga.

Sandiaga baru mengetahui bahwa PT DGI melakukan perbuatan korupsi dalam pembangunan Wisma Atlet Palembang saat manajer marketing PT DGI Mohamad El Idris tertangkap KPK.

“Saya tahu justru dari pemberitaan di media karena saya komisaris hanya dilaporkan secara keseluruhan mengenai proyek, tidak satu per satu. Saat itu ada pemberitaan pertama berkaitan dengan tertangkapnya salah satu manajer PT DGI berkaitan dengan proyek yang ditandatangani PT DGI namanya Muhammad El Idris,” kata Sandiaga.

Dalam dakwaan disebutkan bahwa PT DGI memberikan “fee” sebesar 15 persen dari nilai kontrak proyek-proyek yang ditangani berdasarkan kesepakatan dengan Anugerah Grup yang merupakan milik Nazaruddin. (yps/ant) [ YLD ]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here