Disindir Internasional, Rusia Bela Syria dan Salahkan Oposisi

0
32

Disindir Internasional, Rusia Bela Syria dan Salahkan OposisiDisindir Internasional, Rusia Bela Syria dan Salahkan Oposisi

Memalukan.info – Rusia mulai bicara masalah serangan gas beracun di Kota Khan Sheikhun, Propinsi Idlib, Syria, Selasa pagi saat setempat, (4/4). Negara sebagai beking pemerintahan Presiden Bashar Al Assad itu menyalahkan oposisi atas serangan gas beracun yang merenggut setidaknya 72 nyawa warga sipil itu. Namun, klaim Moskow itu segera tidak diterima oleh negara-negara Barat.

Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson sangat percaya Assad ada dibalik serangan gas maut itu. ”Semua bukti menghadap pada keterlibatan rezim (Assad), ” tuturnya dalam konferensi mengenai Syria di Kota Brussels, Belgia, seperti ditulis JPG Rabu (5/4). Pernyataan yang sama dipaparkan para aktivis senjata kimia dari beragam negara. Salah satunya Kolonel Hamish de Bretton-Gordon asal Inggris.

Dalam wawancara dengan Radio 4 BBC, pakar senjata kimia yang bertugas di Iraq dan Syria itu menjelaskan kalau jenis gas yang dipakai di Khan Sheikhun yaitu sarin. Tak seperti klorin, sarin miliki kemampuan untuk membunuh semakin banyak orang. ”Saya rasa kita segala dapat melihat jelas usaha Rusia untuk membela sekutunya, ” kata Bretton-Gordon tentang penjelasan Moskow.

Kemarin Kementerian Luar Negeri Rusia melaunching pernyataan tertulis tentang serangan gas di Khan Sheikun. Dalam keterangan resmi yang diupload lewat Facebook itu, Moskow memaparkan kalau militer Syria tak menjatuhkan bom saraf di Idlib seperti tuduhan Barat. ”Militer Syria melancarkan tindakan udara ke gudang senjata oposisi sebagai tempat untuk membuahkan senjata-senjata kimia, ” jelas Moskow.

Diluar itu, Rusia menjelaskan kalau oposisi berusaha menghilangkan jejak dengan memindahkan senjata-senjata kimia mereka di gudang senjata terbesarnya ke Iraq. Sayangnya, Moskow tak mengatakan lokasi gudang senjata paling besar oposisi itu. Selasa selanjutnya, demikian warga internasional menuding Rusia serta Syria sebagai otak serangan gas di Khan Sheikun, dua sekutu itu langsung membantah.

Berkenaan laporan Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) kalau tempat peristiwa masuk ruang serang Syria serta Rusia, Moskow berkelit. ”Hari itu (Selasa), jet tempur kami tak melakukan aksi udara disana, ” kata seorang pejabat militer Rusia. Menurut dia, militer Syria juga tak mengerahkan jet tempur atau melancarkan tindakan udara disana.

Namun, info Moskow itu segera gugur sementara PBB menjelaskan kalau gas di Khan Sheikun yang jadi menewaskan sedikitnya 72 warga sipil itu jelas-jelas dijatuhkan dari udara. Tidak dari darat seperti tudingan Rusia. ”Tidak ada militan atau grup bersenjata Syria yang dapat memperlancar tindakan hawa. Semua bukti menghadap pada keterlibatan Damaskus (rezim Assad), ” bunyi keterangan SOHR.

Pemerintahan Assad bukan baru kesempatan ini melancarkan serangan kimia. Tragisnya, dia menyasar rakyatnya sendiri dalam serangan mematikan itu. ”Saya tidak paham, bagaimana dapat masih tetap ada negara yang mensupport pemerintahan sejenis ini. Pemerintah yang menghabisi rakyatnya sendiri dengan brutal, ” kritik Johnson dalam pertemuan yang di hadiri negara-negara donor Syria itu.

Kemarin Dewan Keamanan (DK) PBB segera menjadwalkan sidang darurat utk mengulas serangan gas beracun Syria itu. Jika keterlibatan Damaskus bisa dibuktikan, tragedi Khan Sheikhun bakal jadi serangan gas paling mematikan ke-2 di Syria. Pada 2013, lebih dari 1. 000 orang tewas dalam serangan gas sarin di Eastern Ghoutta.

”Kejadian mengerikan seperti ini memperlihatkan kalau kejahatan perang lagi tengah berjalan di Syria, ” papar Sekjen PBB Antonio Guterres tempo hari. Dia jadi mengecam keras tragedi yang menyebabkan melayangnya nyawa setidaknya 72 warga sipil itu. Dari Vatikan, Paus Fransiskus juga mengecam serangan gas di Khan Sheikhun. Dia menyayangkan jatuhnya banyak korban sipil, kalangan yang seharusnya dilindungi.

Shajul Islam, salah seorang dokter yang mengatasi segera beberapa korban serangan gas beracun di Khan Sheikhun, juga percaya keterlibatan Assad. Lewat akun Twitter-nya, dia menyajikan bukti kekejian Damaskus. Dia mengunggah foto korban dengan tanda-tanda terkena gas beracun. ”Apakah kalian masih sangsi mereka menggunakan sarin untuk membunuh kami? Siapa yang dapat menghentikan? ” tulisnya.

Feras al-Jundi, dokter lain yang juga mengatasi korban, mengecam kekejian Assad. Namun, dia juga menyayangkan tindakan diam warga internasional. ”Saya begitu frustrasi. Masyarakat internasional serta PBB tak pernah dapat memaksa rezim (Assad) utk mematuhi resolusi DK PBB. Dunia cuma lihat serta tak melaksanakan apapun. Dan, berikut yang berjalan. Bom cluster, rudal scud, saat ini gas, ” tandasnya. (ndi/jpg)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here