Diperiksa Tujuh Jam, Lukas Dicecar Soal Tupoksi Gubernur Papua

0
21

Gubernur Papua Lukas Enembe

PEMERIKSAAN GUBERNUR PAPUA LUKAS ENEMBEGubernur Papua Lukas Enembe (kanan) didampingi penasehat hukumnya bersiap menjalani pemeriksaan di gedung Tipikor Bareskrim Polri , Jakarta, Senin (4/9). Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri memeriksa Lukas Enembe sebagai saksi, terkait dugaan korupsi dalam penggunaan anggaran pendidikan berupa beasiswa untuk mahasiswa di Papua Tahun anggaran 2016. (Foto: Ant/Reno Esnir). ARTIKEL TERKAIT Kasus Korupsi Aset Perusahaan, Mantan Direktur SDM Pertamina Diperiksa Diduga Tilep Dana Beasiswa, Lukas Enembe Akhirnya Penuhi Panggilan Polisi Praktisi Hukum Minta Segera Musnahkan Jaringan Saracen Kebingungan Tukang Pecel Korban First Travel Satu Lagi Terduga Sindikat Saracen Ditangkap Jakarta, (Tagar 4/9/2017) – Polisi minta keterangan Gubernur Papua Lukas Enembe soal tugas pokok fungsinya selama menjabat sebagai Gubernur Papua. “Gubernur Papua diklarifikasi terkait tupoksinya,” kata Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Kombes Pol Erwanto Kurniadi di Jakarta, Senin (4/9).

Lukas diperiksa polisi sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengelolaan anggaran Pemprov Papua tahun anggaran 2014-2017. Dia diperiksa penyidik selama tujuh jam di Kantor Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, Ombudsman RI, Jakarta.

“Tujuh jam dikurangi satu jam untuk istirahat dan makan siang,” jelasnya seraya menambahkan bahwa Lukas dicecar penyidik dengan 31 pertanyaan dalam kurun waktu tersebut.

Sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe telah dipanggil dua kali oleh polisi untuk diperiksa sebagai saksi, namun tidak datang.

Polri bekerja sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pengelolaan anggaran Pemprov Papua tahun anggaran 2014-2017. “Ada beberapa temuan dari BPK,” ujar Erwanto.

Menurut dia, temuan yang dimaksud adalah ditemukannya beberapa fakta dugaan tindak pidana korupsi dalam penggunaan anggaran pendidikan berupa beasiswa untuk mahasiswa Papua pada tahun anggaran 2016.

“Kami menemukan beberapa fakta dugaan penyimpangan penyaluran beasiswa,” ucapnya.

Dalam kasus ini, pihaknya juga menemukan adanya pengalokasian dana anggaran APBD yang tidak sesuai peruntukkannya. Kendati demikian, hal tersebut masih ditelusuri. “Masih dicek faktanya sesuai dengan temuan itu atau tidak,” ujarnya.

Penyelidikan kasus itu dimulai sejak 16 Agustus 2017 berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan Nomor: Sprin.Lidik/73/VIII/2017/Tipidkor.

Erwanto menambahkan, sejak akhir Agustus 2017, kasus ini sudah ditingkatkan statusnya ke penyidikan.

Tidak hanya memeriksa Lukas, pada Senin, penyidik Bareskrim juga memeriksa Kuasa Bendaraha Umum Daerah Theodorus Rumbiya dan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Papua Ridwan Rumasukun sebagai saksi dalam kasus tersebut. (yps/ant) [ YLD ]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here