Detik-detik Penembakan di Las Vegas, AS Bantah Klaim ISIS

0
5

Sejumlah saksi mata penembakan mengatakan, tembakan yang dilakukan Paddock berlangsung nonstop sehingga banyak orang ketakutan, bertiarap dan menyelamatkan diri. Sejumlah saksi mata penembakan mengatakan, tembakan yang dilakukan Paddock berlangsung nonstop sehingga banyak orang ketakutan, bertiarap dan menyelamatkan diri. “Sejumlah wisatawan bersembunyi di kamar hotel,” kata seorang saksi yang juga menjadi tamu kasino. (Foto:NBC.News) ARTIKEL TERKAIT Penembakan di Las Vegas 20 Tewas, 100 Orang Luka Las Vegas, (Tagar 3/10/2017) – Kelompok teroris ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan penembakan di Las Vegas, Minggu (1/10) lalu. Namun, pihak Amerika Serikat (AS) membantah klaim ISIS itu.

Teror penembakan membabi-buta di Las Vegas, Minggu (1/10) telah menewaskan sekitar 50 orang dan 600 terluka. Pelaku penembakan diidentifikasi bernama Stephen Paddock 64 tahun yang beberapa bulan lalu menjadi mualaf dan berganti nama menjadi Abu Abd al-Barr al-Amriki. Kantor berita CNBC melaporkan, Paddock yang warga Mesquite, Nevada merupakan sarjana ekonomi yang pernah bekerja di Lockheed Martin, sebuah perusahaan kontraktor kedirgantaraan dari tahun 1985 sampai 1988.

Ayah Paddock adalah perampok bank yang paling dicari FBI tahun 1970. Usai melakukan penembakan, Paddock meninggalkan 17 senapan di kamar hotel, termasuk dua senapan yang dipasang di tripod, 18 senjata di rumahnya serta ratusan peluru. Polisi Las Vegas, Joseph Lombardo, mengatakan, Paddock adalah penyerang tunggal di Las Vegas.

Sejumlah saksi mata penembakan mengatakan, tembakan yang dilakukan Paddock berlangsung nonstop sehingga membuat orang ketakutan dan menyelamatkan diri. “Sejumlah wisatawan bersembunyi di kamar hotel,” kata seorang saksi.

Kelompok teroris ISIS mengaku bertanggung jawab atas penembakan di Las Vegas. Saluran berita ISIS, Amaq, menyebutkan tersangka teror di konser musik Country di Las Vegas adalah Stephen Paddock alias Abu Abd al-Barr al-Amriki, seperti dilansir Telegraph, Senin (2/10)

Namun, Pejabat Amerika Serikat membantah klaim ISIS itu, Pihak AS menyatakan belum menemukan bukti bahwa Paddock memiliki kaitan dengan teroris ISIS. Agen khusus FBI, Aaron Rouse juga menyatakan, Paddock tidak memiliki kaitan dengan teroris internasional.(wwn/Telegraph/CNBC) [ WWN ]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here