Demokrat Menduga Aparat Tak Netral

0
20

Memalukan.info – NETRALITAS aparatur negara mulai dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), Polri dan TNI dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua menjadi sorotan dari Partai Demokrat DKI Jakarta. Anak buah SBY itu berharap, para abdi masyarakat ini tidak memihak salah satu pasangan calon karena dapat mencederai proses demokrasi yang sedang berlangsung.

“Kami takutkan PNS, Polri dan TNI serta aparatur negara lainnya tidak netral di pilkada ini. Sehingga kami berusaha untuk terus mengingatkan mereka,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat DKI Jakarta Santoso saat acara Musyawarah Daerah (Musda) ke IV Partai Demokrat di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Kamis (6/4).

Santoso mengakui, sejauh ini belum menemukan secara langsung keterlibatan aparatur pemerintah dalam pilkada. Kendati memang sudah santer kabar tersiar mengenai campur tangan para abdi negara itu. “Janganlah aparatur negara melanggar peraturan dan konstitusi demi membela salah satu paslon. Biarkan saja Pilkada berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata dia.

Santoso juga menegaskan kendati partainya bersikap netral dalam putaran kedua Pilkada DKI, bukan berarti tinggal diam pada pelanggaran. Pihaknya akan tetap ikut mengawasi jalannya Pilkada, dengan mengerahkan seluruh kader yang ada. “Jika ada pelanggaran kami akan ikut melaporkan kepada penyelenggara pemilu. Itu salah satu bentuk kepedulian kami,” ungkap dia.

Terkait jabatan sebagai ketua DPD Demokrat DKI yang baru diembannya itu, pria yang menjabat ketua Komisi C (bidang anggaran) DPRD DKI Jakarta itu mengaku senang terpilih secara aklamasi. Yakni setelah delapan pemilik hak suara yaitu satu suara dari DPP, satu suara dari DPD dan enam suara dari DPC bulat mengusung dirinya untuk memimpin Demokrat selama lima ?tahun kedepan.

Santoso didapuk menakhodai partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk wiayah ibukota pada periode 2017-2022. “Alhamdulillah pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta dilakukan secara musyawarah mufakat. Enam suara DPC, satu DPD dan satu DPP secara bulat memberi mandat kepada saya untuk memimpin Demokrat DKI lima tahun kedepan,” kata dia.

Menurut Santoso, sebagai ketua Partai Demokrat DKI, langkah awal yang akan dilakukan adalah membangun konsolidasi dan sekaligus menyusun kepengurusan partai hingga ke akar rumput. ?”Insyaallah, kami siap mengulang kejayaan Demokrat pada pemilu 2019 mendatang seperti pada masa kejayaan partai (Demokrat) pada tahun 2009 silam,” tegas Santoso.?

Diketahui, Santoso menggantikan posisi Nachrowi Ramli yang sudah menakhodai Demokrat Ibu Kota DKI selama dua periode kepengurusan. (hat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here