BUJT Harus Monitor Jembatan Panjang di Ruas Tol

0
19


Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) Basuki Hadimuljono menegaskan kepada semua Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) termasuk PT Jasa Marga Tbk untuk melakukan monitoring terhadap semua jembatan panjang yang ada di tiap ruas tol mereka.


“Jangan sampai terjadi pergeseran atau retakan seperti jembatan Cisomang,” kata Basuki di bawah Jembatan Cisomang, ruas tol Purbaleunyi, Jawa Barat, belum lama ini.


Dia mengatakan berdasarkan pantauannya ada beberapa ruas tol yang memiliki jembatan panjang seperti karakteristik Cisomang yakni di Cipali, dan Semarang-Solo-Bawen. “Titik lain yang konstruksinya sama, nanti akan ada pengawasan dan sanksi pada saat penyesuaian tarif tol jika tidak dipatuhi. Karena itu masuk SPM (Standar Pelayanan Minimal),” tutur Basuki.


Lebih jauh dijelaskan teknologi terbaru jembatan Cisomang yang kemungkinan besar akan dicontoh untuk ruas lainnya adalah weight in motion atau bahasa kerennya penataan jembatan timbang. “Sudah disiapkan teknis pengawasannya dengan MoU antara Kementerian PUPR, dan Kepolisian,” kata Basuki.


Basuki mengungkapkan, untuk pengawasan di Tol Purbaleunyi, akan dilakukan di KM 72 dari arah Jakarta dan bagi kendaraan yang kelebihan muatan akan dikeluarkan di Jatiluhur, sementara dari arah Bandung pengawasan dilakukan di KM 120  dan akan dikeluarkan di Cikamuning bagi kendaraan yang beratnya melebihi batas maksimum.


Menurutnya pengawasan maksimum beban kendaraan tersebut penting dilakukan untuk meningkatkan disiplin pengguna jalan sehingga diharapkan dapat mengurangi resiko kerusakan jalan.


“Untuk mewujudkan tranportasi yang murah, aman dan nyaman ada tiga faktor yang mempengaruhi, yaitu prasarana, regulasi, dan perilaku pengguna jalan. Kebijakan ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi pengguna jalan untuk disiplin,” kata Basuki. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here